Definisi Orang Pintar dan Bodoh Menurut Islam

” Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran” (QS. Ar-Rad 19)

Ketika kita ditanya siapa orang pinter itu, maka jawabanpositive-thinking manusia di antara kita pada umumnya adalah orang pinter itu adalah yang rangking kelasnya dari sd sampai sma adalah rangking satu, kuliah ipk-nya cumlod, bisa kuliah keluar negeri dan jadi profesor, dan sebagainya. Itulah gambaran  masyarakat terhadap orang pinter. Dan begitu pula bila kita memikirkan sosok yang pinter, maka yang tergambar adalah Einstein, Leonardo Da Vinci, Newton, Karl Marks, Plato, Aristoteles, Steven Jobs, dan Bj Habibie.

Padahal panutan kita, pemimpin kita, Rasul kita Muhammad Saw mengkriteriakan orang-orang pintar itu sangatlah jauh berbeda dengan indikator yang kita buat sebagaimana umumnya. Beliau Shallalahu ‘Alaihi wa Shallam pernah bersabda bahwa orang yang pintar adalah orang yang tahu persis tujuan hidupnya dan mampu mengendalikan hawa nafsunya. Kemudian mempersiapkan diri sebaik-baiknya demi tujuan tersebut. Maka, jika akhir kesempatan bagi manusia untuk beramal adalah kematian, mengapa orang-orang yang cerdas tidak mempersiapkannya?
Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling pintar?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy)

”Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya serta biasa beramal untuk bekal kehidupan setelah mati. Sebaliknya, orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya, sementara dia berangan-angan kepada Allah”.  (HR. Ibnu Majah).

‘Wahai Nabi Allah, siapakah manusia yang paling cerdas dan paling mulia?’ Maka Rasulullah menjawab: ‘Mereka yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak mempersiapkan kematian. Merekalah orang yang paling cerdas. Mereka akan pergi dengan mendapatkan kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat.” (HR. Ibnu Majah).

Itulah kriteria orang pinter dalam Agama Islam, lalu bagaimana kriteria orang bodoh dalam agama Islam? Apakah Islam juga memberikan kriteria tersebut? Jawabannya ada donk. Kalau mau tau silahkan saja simak pemaparan dari Ust. Kholid Ridwan. Ph,D :
Definisi Orang Yang Pinter dan Bodoh.mp3 | 3 Mb | 19 Mnt

Iklan

One comment on “Definisi Orang Pintar dan Bodoh Menurut Islam

  1. Herp berkata:

    Orang bodoh adalah orang yang mengulangi kesalahan dua kali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s