Lapis-Lapis Pernikahan

Sering kita mendengar kisah dongengan dari berbagai penjuru dunia diakhiri dengan kalimat matra “pangeran dan putri menikah, mereka hidup bahagia selama-lamanya”. Maka kita akan meluputkan sebuah hakikat penting bahwa sesungguhnya tidak ada manusia yang mendapatkan kebahagiaan secara utuh dan sempurna. Kebahagiaan di dunia hanya akan bisa dirasakan oleh setiap insan sempurna bila ada selingan-selingan antara nikmat dan musibah di dalam perjalanannya mengarungi kehidupan. Sebab, bahagia yang selama-lamanya hanyalah ada di kehidupan setelah mati. Kesenangan yang sejati, kekal abadi hanya akan ada di dalam surga dan ridha ilahi.

tu0YbYw2Sehingga mungkin lebih afdhol bila ceritanya diganti dengan “pangeran dan putri menikah, tiap kali mereka mendapat karunia lalu bersyukur, sesekali mereka menerima cobaan kemudian bersabar. Keduanya istiqamah dalam ketaatan, dan wafat dalam khusnul khatimah. Maka mereka hidup bahagia selama-lamanya di dalam surga yang mulia”.

Allah dan RasulNyalah yang paling memahami hakikat ini, maka di dalam konteks pernikahan Rasulullah tidaklah mengajarkan agar meminta diberikan kebahagiaan yang utuh sebab beliau tahu itu mustahil, namun beliau mengajarkan kepada kita untuk meminta agar Allah memberikan keberkahanNya kepada pernikahan tersebut.
 “Baarokalloohu laka wabaaroka ‘alaika wajama’a bainakuma fii khoir”
Artinya : (Semoga Alloh memberkatimu dan melimpahkan berkat yang kekal atas kamu dan mengumpulkan antara kamu berdua dalam kebaikan)
Maka, pernikahan siapa pun juga, pangeran berkuda putih dengan putri bersepatu kaca, ataupun jejaka jelata dengan gadis bergaun perca, hanyalah awal dari lapis-lapis keberkahan jika mereka beriman dan bertaqwa. Ialah pintu untuk memasuki hidup yang nyata dengan lega maupun sesaknya, puas dan kecewa, mesra dan regangnya, tertawa dan terluka, serta tersenyum dan menangisnya.

Itulah sedikit prolog dari kami dan masih banyak nasehat tentang pernikahan yang akan di sampaikan oleh beliau Ustadz Salim A Fillah di dalam kajiannya yang awal mulanya berjudul “Lapis-Lapis Keberkahan” namun pada kesempatan kali ini beliau memfokuskan pada pokok pembahasan mengenai pernikahan, keluarga, dan hubungan suami dengan istri.

Lapis-Lapis Pernikahan.mp3 | 79 mnt | 14 mb

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s