Sejarah Taubatan Nasuha

Banyak yang beranggapan bahwa seorang yang melakukan dosa besar maka selayaknya ia melakukan taubatan nasuha. Hal ini sesungguhnya kurang tepat bila kita menilik dan mencermati lebih mendalam tentang darimana sesungguhnya kalimat “nasuha” itu berasal. Sebab, sesungguhnya ada sebuah kisah yang melatar belakangi kalimat “Taubatan Nasuha” dan kisah taubatan nasuha itu sesungguhnya bukanlah taubatnya seorang pendosa melaikan adalah taubatnya seorang pemuda bernama Nasuha yang telah menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan amalan sholih.

Berikut kisahnya :
Al kisah dizaman Nabi Daud As. di kalangan bani Israil ada seorang wanita yang bernama “Nasuha”. Dia adalah seorang bmwanita yang dikaruniai Allah kelebihan harta, memiliki perkebunan yang luas, tanah-tanah yang letaknya strategis. Diantara tanah-tanah Si Nasuha ini salah satunya terletak di depan gerbang kota Yerusalem. Ketika suatu ketika Nabi Daud berjalan-jalan dan melihat-lihat tanah itu seraya berkata, “alangkah indahnya bila seandainya di tanah ini dibangun Masjid untuk beribadah lepda Allah”.

Kemudian karena tergerak oleh keinginan itu Nabi Daud yang Nabi, Rasul, dan sekaligus Raja Yerusalem itu menyempatkan waktunya untuk menemui Nasuha. Dengan kesopanan dan lembut Nabi Daud menyampaikan keinginannya, “Wahai Nasuha, bagaimana bila di tanahmu itu engkau wakafkan untuk kita bangun masjid diatasnya?”. “Bagaimana mungkin saya wakafkan?”, sahut Nasuha “Itu adalah kerja keras saya, kalau Kau mau, ya silahkan beli”. “Baiklah” jawab Daud As “Berapa harga yang engkau pasang untuk tanah itu”, lanjut Daud as. Maka diluar dugaan, dengan sinis dan angkuh Nasuha menjawab “sejauh Dinar mampu mengeliligi tanah saya!”.

Disalah-satu malam Allah memberikan gambaran yang kelak menjadi hidayah bagi Nasuha. Allah perlihatkan dalam mimpi yang dialami Nasuha tentang sebagian kecil dari kebun-kebun surga walaupun hanya sekilas. Maka Nasuha ketika terbangun dari tidurnya, ia menangis sejadi-jadi, ia sadar bahwa kebun-kebun yang ia miliki tidaklah ada apa-apanya dibandingkan surga yang diberikan Allah sebagai balasan orang yang beramal shalih. Betapa kecewanya ia menyadari bahwa surga yang begitu nikmat, indah, dan abadi itu dihalangi oleh sampah-sampah dunia yang dirinya banggakan.

Lantas dia tebangun, dengan bersegera ia langsung bertaubat kepada Allah dengan tangisan yang sejadi-jadinya. Dan setelah itu ia mendatangi Nabi Daud menyatakan taubatnya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, kemudian ia wakafkan seluruh tanah yang ia milik, dan diatas tanah-tanah itulah yang kelak berdiri sebuah tempat yang bernama “Baitul Maqdis”.

Audio : Ust. M Ihsan – Sejarah Toubatan Nasuha | 4mb

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s