Keagungan Allah

sky-690293_960_720Telah berderit karena begitu beratnya beban yang ditanggung oleh langit. Dan memang sepantasnya langit berderit, tidak ada padanya satu tempat pun seluas empat jari-jemari kecuali ada malaikat yang meletakkan dahinya dalam rangka sujud kepada Allah. Seandainya kita mengetahui sebagaimana Rasulullah mengetahui, maka niscaya kita akan tertawa sedikit dan akan banyak menangis. Karena ngeri dari ancaman adzab Allah yang mengejar dan menyambar, tak terhindarkan. Dan niscaya kita tidak akan berlezat-lezat dengan istri-istri kita di atas tempat tidur, hilang syahwat kita. Sehingga kita tidak mampu meneruskan keturunan kita. Dan niscaya kita akan keluar ke lapangan-lapangan beteriak-teriak minta tolong kepada Allah, karena takut kepada Allah. Begitu kata Rasulullah dalam riwayat At Tirmidzi.

Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Ibrahim mengatakan, hadist ini menunjukkan keagungan Allah Azza wa jalla Baca lebih lanjut

Iklan

Nubuah Ruwaibidoh

30dec13_goleman_the-focused-leader1

Al Qur’an ini adalah kitab yang diturunkan oleh Allah yang penuh barokah. Maka ikuti dia, tanpa ada pertimbangan yang pantas dipertimbangkan bila menyelisihi Al Qur’an. Umat Islam memiliki Al Qur’an yang penuh dengan barokah, akan tetapi faktanya umat ini sekarang menjadi umat yang terkalahkan menjadi orang-orang yang telemahkan. Saudara kita di Rohingnya menjadi manusia perahu, tersingkir dari negerinya, terhinakan di negeri orang lain. Saudara kita di Cina tidak boleh berpuasa di bulan Ramadhan, bakan tidak boleh mengikuti ibadah-ibadah yang lain, karena negara atheis-komunis itu berdalih “jangan bawa-bawa agama dalam wilayah publik, jangan bawa-bawa agama dalam urusan negara dan kemasyarakatan”. Tapi sayang Indonesia kalau dahulu Suharto berkiblat ke eropa, ke Amerika sana, “tidak benar juga sih”, tapi sekarang yang lebih buruk pemerintahan Jokowi kini berkiblat ke Rusia sana, dan ke Cina sana, keduanya negara komunis terbesar di dunia yang “Anti Agama”. Padahal, jika kita ingin mendapatkan Rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala maka ikutilah Al Qur’an. Tanpanya kita akan tergoda mengikuti pendapat-pendapat yang menyesatkan sehingga menjauhkan umat Islam dari Islam. Rasulullah telah menubuahkan, mengisyaratkan akan datangnya suatu zaman, zaman yang mengerikan tatkala orang-orang yang Baca lebih lanjut

Orang Yang Dimaafkan Di Bulan Ramadhan

maxresdefaultDalam kita menjadi hidup sudah selayak berpedoman kepada hukum Allah, maka sudah sepantasnya pada setiap  gerak-gerik perbuatan kita senantiasa memperhatiakan mana yang Allah perintahkan mana yang Allah larang. Yang wajib, kerjakan. Yang sunnah, diperbanyak. Yang mubbah, boleh tapi jangan banyak-banyak. Yang makruh, mungkin kadang-kadang. Yang haram, jangan sampai. Kalau kita sudah terlanjur melakukan yang haram, Alhamdulillah masih ada pintu taubat. Di dalam hadits riwayat imam Ahmad menyatakan bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mengugurkan dosa-dosa kita lewat taubat, tapi ternyata ada yang tidak diampuni. Apa saja itu? Maka simak, jangan sampai kita melakukannya karena kita tidak mengetahuinya….
Ust. Hawary – Orang Yang Dimaafkan Di Bulan Ramadhan | 20 mnt | 3 Mb

Butir Salju Penanda Kiamat

Albert Einstein dengan teori relativitasnya menunjukkan bahwa, segala sesuatu di dunia, terbatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Artinya apa, bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki masa, memiliki batas, dan tidak absolut adanya. Sebetuk benda  bisa berubah bentuk, rapuh, rusak, bahkan hancur, karena ia terbatasi oleh dimensi ruang. Pun demikian, sebentuk benda akan menemui titik dimana dia akan rapuh, rusak, bahkan hancur tak bersisa, lenyap, yang hidup akan mati, manusia pasti akan mati, alam semesta akan menemui ajalnya “laa uqsimu biyaumil qiyaamah” karena ia terbatasi oleh dimensi waktu. Persis seperti produk makanan yang dicipta manusia yang umumnya di kemasannya terdapat tanggal ekspaietnya, begitupula produk ciptaan Allah. Allah telah menulis tanggal ekspaiet setiap makhluk ciptaannya, dimana? Fii lauhim mahfudz, tertanggal 50.000 th sebelum masa penciptaan.

Akhi, dunia ini akan hancur, Alam semesta akan menuai kiamatnya, “pasti”. 1400 tahun yang lalu, Muhammah Shallahu’alaihi wa Shallam mengatakan:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ…حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

“Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga tanah Arab menjadi lahan yang subur dan dialiri sungai- sungai.” (HR Muslim no.1681)

Mungkin dahulu ketika manusia mendengar dari mulut Muhammad mengira, rupanya Muhammad sudah gila, rupanya Muhammad sudah kehilangan akalnya, sebab Baca lebih lanjut

Kepastian Nasib Dari Yang Memiliki Nasib

qqquSeorang muslim diberi oleh Allah hidayah untuk beriman kepada Islam. Allah telah memberikan kepada mereka ajaran agama yang segala sesuatunya serba “Pasti”, pasti dari Allah. Nama agama Islam juga berasal dari Allah, nama kaumnya (muslimin) juga pemberian dari Allah, semuanya serba dari Allah. Dan Islam memiliki dasar agama yang pasti, yakni Al-Qur’an dan Sunnah yang ini juga berasal dari Allah. Al-qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang bersifat menantang kepada seluruh makhluk baik jin ataupun manusia  yang ragu terhadapnya dari berbagai disiplin ilmu.

وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
(QS: Al-Baqarah Ayat: 23)
Inilah Al-Qur’an satu-satunya kitab yang sejak awal sudah memberikan kepastiannya Baca lebih lanjut

Islam Kok Liberal

islam-kok-liberalBagaimana mungkin Islam disamakan dengan seluruh agama-agama selain Islam ?
Padahal seluruh agama selain Islam, adalah merupakan ajaran yang menyerukan penyembahan kepada makhluk, apakah itu jin, malaikat, nabi, wali, batu, pohon, dll. Sementara Islam adalah agama yang menyerukan kepada pentauhidan “Rabbil ‘alamin”, apakah seorang muslim yang sesungguhnya mau disamakan peribadahan kepada Rabbil ‘alamin (Rabb semesta alam) ini dengan ibadah kepada dewa-dewa, Nabi, sapi, batu ? disamakan antara tauhid dengan syirik? apakah seorang muslim akan ridho terhadap persamaan-persamaan tersebut?. Sejatinya tidak mungkin ada muslim yang akan ridho terhadap hal semacam ini.

Inilah fitnah pemahaman yang dibawa oleh sekelompok orang- orang yang menamakan “Islam Liberal” dengan slogannnya “pluralisme”. Bahwa semua agama sama, sama-sama akan masuk surga masing-masing. Lantas bagi Islam yang liberal tidak hanya umat Islam yang akan masuk surga, sebab surga itu tidak hanya surganya umat Islam. Dengan katalain, ada surga Nasrani, surga Yahudi, bahkan surga Baca lebih lanjut

Menjemput Rahmat Allah

Dalam sebuah Hadits Riwayat Shahih Muslim yang cukup panjang, Diriwayatkan dari Muhammad Bin Mukadir, dan juga diriwayatkan oleh Jabir, Rasulullah datang kepada kami, lalu Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

Ust. Puji Hartono

Ust. Puji Hartono

”Baru saja Jibril datang kepadaku tadi, Jibril berkata: ”Hai Muhammad, Demi Allah: ”Bahwasanya ada seseorang melakukan ibadah kira-kira 500 tahun diatas puncak sebuah gugung yang luas, panjangnya 30 X 30 hasta, dan lautan yang melingkar di sekitarnya seluas 4000 farsakh (cat: 1 farsakh = 5, 5 km) dari setiap penjuru, di bawah gunung tersebut terdapat sumber air jernih kira-kira satu jari lebarnya, dan terdapat pula pohon buah delima yang sengaja disediakan oleh ALLAH untuknya dimana setiap hari mengeluarkan buahnya satu biji.

Setiap sore sesudah berwudlu, buah tersebut diambil dan dimakan, kemudian dia melakukan shalat seraya berdo’a mohon diambil nyawanya ditengah tengah melakukan sujud, agar tubuhnya tidak tersentuh Bumi atau yang lainnya, hingga ia bangkit di hari kiamat tengah bersujud kepada ALLAH. Maka permohonannya dikabulkan ALLAH, karena itu setiap kami lewat (naik-turun Langit) pasti dia tengah bersujud.”

Lanjut Jibril:”Kami temukan tulisnya (ceritanya) di lauhil mahfudz, bahwa: ia akan dibangkitkan kelak dihari kiamat dalam keadaan masih tetap bersujud dan diajukan kepada ALLAH, FirmanNya:”Masukkanlah hamba-Ku ini ke sorga karena Rahmat-Ku.” Tetapi hamba itu menjawab: ”Ya Allah masukkan aku ke surga karena amalku semata.”

Lalu ALLAH menyuruh Malaikat untuk Baca lebih lanjut