Oleh-oleh Dari Ingris

1

Sungai Thames yang pada tahun 1682 disusuri dengan gagah oleh Ngabei Naya Wipraya dan Ngabei Jaya Sedana, Duta Besar Kesultanan Banten untuk Kerajaan Inggris, dalam perhelatan kerajaan yang gegap gempita oleh sambutan rakyat Britania.

Kepada Raja Charles II, mereka persembahkan hadiah dari Sultan Abdul Kahar Abun Nashr berupa 200 karung lada, satu runggai intan berlian, burung merak dari emas yang bertaburkan intan baiduri, serta hadiah-hadiah lainnya; semuanya bernilai sekitar 12.000 real emas.

Saat menyusuri Sungai Thames inilah, uang saku salah satu pelayan mereka yang terdiri atas 33 orang anggota rombongan terjatuh; dan baru ditemukan pada awal abad ke-21 ini berupa koin-koin bertulisan Arab “Laa ilaaha illaLlaah Muhammadur RasuuluLlaah. Pangeran Ratoe ing Bantam” berjumlah 90 keping dalam 1 renteng.
Baca lebih lanjut

Ilmu Sebagai Komando Dakwah

 

readers-leaders

Adalah Harist, malaikat kelas VIP yang kelak menjadi iblis. Dia adalah pemimpin KOPASUSnya malaikat, komandan/ jendral para malaikat beberapa kali di tugasi oleh Allah untuk memadamkan pemberontakan dan pertumpahan darah di muka bumi oleh para jin. Dengan KasihNya, Harist diberi keistimewaan-keistimewaan oleh Allah. Pantas saja, sebab dia adalah yang paling alim (berilmu), cerdas, dan paling banyak ibadahnya. Sayangnya kemudian ia lupa diri, lupa bahwa semua keistimewaan itu berasal dari Allah. Dia merasa, “Saya memang orang hebat. Bukan karena pemberian Allah, lha memang sayanya hebat. Saya memang cerdas. Semua diberi akal oleh Allah, akan tetapi saya diberi akal oleh Allah mampu mengembangkannya. Jadi saya memang hebat, bukan karena pemberian Allah”, begitu kira-kira kata Harist. Krentek hatinya itu akhirnya berkembang dan berkembang, pikiran itu mengusasai hati, jalan pikiran, dan pandangan hidupnya. “wong saya diciptakan oleh Allah dengan bahan yang istimewa. Kalau para malaikat lainnya diciptakan dari cahaya, sedangkan saya dari ujungnya api, puncak dari panas yang murni, tidak terkena abu, bersih, api yang paling VIP.  Sejak awal saya memang diciptakan hebat”.

Akan tetapi Allahlah yang Maha Tahu, Allah mendengar setiap pikiran yang menggelayuti si Harist ini, setiap bersitan hati yang menyesaki dirinya. Maka Allah kemudian mengumpulakan para malaikat untuk mengumpulkan bahan-bahan (tanah-tanah) supaya diciptakan Adam. Sengaja oleh Allah menciptakan Adam dari tanah liat yang, basah nan bau. Ketika Harist melewati calon manusia yang mulai dibentuk menjadi kerangka manusia oleh tangan Allah sendiri kemudian Allah letakkan sesuai sunnatullah sebagai proses pengeringan, kemudian diludahi oleh Harist. Betapa baunya tanah ini bagi Harist, tidak terbanyang sama sekali bahwa tanah itulah yang kelak dinobatkan sebagai, “Khalifatullah fil Ard, wakil Allah di muka bumi”.

Sehingga tatkala Allah usai meniupkan ruh padanya, jadilah sesosok Adam yang padahal Harist tahu betul asal-muasalnya, lha kok ternyata ada pengumuman dari Allah, “inni ja’ilun fil ardhi khalifah, Sesungguhnya Aku hedak menjadikannya sebagai seorang khalifah di muka bumi”. Terkejutlah bukan kepalang Harist, “lhooo… keputusan macam apa ini? Aku yang hebat, bukan dia! Aku sehebat-sehebat dari bahan yang paling top. Akan tetapi yang dipilih kok malah bahan rendahan (tanah) yang bau itu?. Keputusan apa ini!”. Iblis menggunakan pikiran demokratisme yang pertama kali, selaku pengagas dia dihadapan Allah menunjukkan HAM, kebebasan berpendapat dan berbicara dihadapan Allah sekalipun.

Lebih stres lagi Harist, ketika ada perintah dari Allah agar disuruh sujud kepada Adam, makhluk yang diangap bau dan rendahan oleh dirinya. “Lho… saya disuruh sujud? Pada makhluk bau kayak gitu?” Baca lebih lanjut

Islam Kepemimpinan & Keindonesiaan

39140310_kampanye-masyumiGagasan Indonesia yang merdeka di mulai pada tahun 1903, ketika Jumi’at Khoir, sebuah organisasi Islam yang dipelopori oleh para ulama di Jakarta yang mengadakan Konggres Khilafah. Mereka mengagas sebuah pemikiran, ide besar tentang bagaimana masa depan Hindia-Belanda dalam prespektif ke Islaman.  Pada kesempatan “Konggres Khilafah” itu dihadirkan utusan dari Kekhalifahan dari Turki Utsmani yang diwakili oleh Muhammad Amin Bey. Kesimpulan yang dicapai dari situ adalah, “Kaum muslimin haram tunduk pada penguasa kafir”. Nah, gagasan inilah yang kelak disikapi oleh Belanda dengan sangat serius, karena gagasan ini memang pantas dicurigai akan memicu pembebasan negara ini dari cengkraman Belanda. Maka Belanda mengeluarkan Staatsblad nomer 26, tahun 1903 yang isinya: 1) Melarang para sultan dan para abdi dhalem pergi berhaji. Karena dikhawatirkan akan terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Pan Islamisme yang sedang marak di Timur Tengah. Inilah yang membuat sultan-sultan kita, raja-raja kita pergi berhaji, kerena memang ada larangan dari Belanda selaku penguasa kala itu. 2) Orang yang pulang haji harus di Baca lebih lanjut

Ibrahim Sang Khalilullah

12734272_1098919710150516_6363805847206707704_n

Ust. Sholihuddin Alhafidz

Ada satu gelar kehormatan, gelar tertinggi yang diberikan Allah kepada seorang hamba, yang tidak satu pun gelar yang dapat menyamai apalagi mengungguli gelar tersebut. Yaitu gelar “Khalilullah” gelar kekasih Allah. Khalilullah, sebuah gelar yang hanya Allah berikan kepada satu orang dari sekian banyak umat manusia, yang hanya Allah sematkan dari sekian banyak nabi dan Rasul baik yang tesebut maupun yang tidak tersebut di dalam Al Qur’an. Gelar ini hanya satu kali disebutkan di dalam Al Qur’an:

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

  1. dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.

Dibagian akhir ayat ini Baca lebih lanjut

Orang Yang Dimaafkan Di Bulan Ramadhan

maxresdefaultDalam kita menjadi hidup sudah selayak berpedoman kepada hukum Allah, maka sudah sepantasnya pada setiap  gerak-gerik perbuatan kita senantiasa memperhatiakan mana yang Allah perintahkan mana yang Allah larang. Yang wajib, kerjakan. Yang sunnah, diperbanyak. Yang mubbah, boleh tapi jangan banyak-banyak. Yang makruh, mungkin kadang-kadang. Yang haram, jangan sampai. Kalau kita sudah terlanjur melakukan yang haram, Alhamdulillah masih ada pintu taubat. Di dalam hadits riwayat imam Ahmad menyatakan bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mengugurkan dosa-dosa kita lewat taubat, tapi ternyata ada yang tidak diampuni. Apa saja itu? Maka simak, jangan sampai kita melakukannya karena kita tidak mengetahuinya….
Ust. Hawary – Orang Yang Dimaafkan Di Bulan Ramadhan | 20 mnt | 3 Mb

Butir Salju Penanda Kiamat

Albert Einstein dengan teori relativitasnya menunjukkan bahwa, segala sesuatu di dunia, terbatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Artinya apa, bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki masa, memiliki batas, dan tidak absolut adanya. Sebetuk benda  bisa berubah bentuk, rapuh, rusak, bahkan hancur, karena ia terbatasi oleh dimensi ruang. Pun demikian, sebentuk benda akan menemui titik dimana dia akan rapuh, rusak, bahkan hancur tak bersisa, lenyap, yang hidup akan mati, manusia pasti akan mati, alam semesta akan menemui ajalnya “laa uqsimu biyaumil qiyaamah” karena ia terbatasi oleh dimensi waktu. Persis seperti produk makanan yang dicipta manusia yang umumnya di kemasannya terdapat tanggal ekspaietnya, begitupula produk ciptaan Allah. Allah telah menulis tanggal ekspaiet setiap makhluk ciptaannya, dimana? Fii lauhim mahfudz, tertanggal 50.000 th sebelum masa penciptaan.

Akhi, dunia ini akan hancur, Alam semesta akan menuai kiamatnya, “pasti”. 1400 tahun yang lalu, Muhammah Shallahu’alaihi wa Shallam mengatakan:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ…حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

“Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga tanah Arab menjadi lahan yang subur dan dialiri sungai- sungai.” (HR Muslim no.1681)

Mungkin dahulu ketika manusia mendengar dari mulut Muhammad mengira, rupanya Muhammad sudah gila, rupanya Muhammad sudah kehilangan akalnya, sebab Baca lebih lanjut

Al-Qur’an Sebagai Pendidik Utama

yuuDi dalam Al-Qur’an tercatat nama Yusuf. Dia adalah Yusuf A’laihi sallam seorang mulia yang memiliki setengah ketampanan umat manusia. Al-Qur’an menyajikan surat bernamakan namaya, yakni Surat Yusuf,  di dalamnya kisahnya tertulis mendayu-dayu lagi syahdu bak novel terbaik sepanjang masa, bahkan lebih dari itu. Hingga sampai suatu ketika Nabi Shallahu’alaihi wa Shallam ditanya “siapa orang diluar Arab yang paling mulia?” beliau menjawab, “Yusuf, bagaimana tidak ayahnya seorang nabi, kakeknya seorang nabi, dan dirinya pun adalah nabi”.

Lihatlah Yusuf seorang yang mulia tidak hanya fisik tapi juga batin, mustahil bila bukan merupakan buah dari pendidikan yang mulia Baca lebih lanjut