Islam Kepemimpinan & Keindonesiaan

39140310_kampanye-masyumiGagasan Indonesia yang merdeka di mulai pada tahun 1903, ketika Jumi’at Khoir, sebuah organisasi Islam yang dipelopori oleh para ulama di Jakarta yang mengadakan Konggres Khilafah. Mereka mengagas sebuah pemikiran, ide besar tentang bagaimana masa depan Hindia-Belanda dalam prespektif ke Islaman.  Pada kesempatan “Konggres Khilafah” itu dihadirkan utusan dari Kekhalifahan dari Turki Utsmani yang diwakili oleh Muhammad Amin Bey. Kesimpulan yang dicapai dari situ adalah, “Kaum muslimin haram tunduk pada penguasa kafir”. Nah, gagasan inilah yang kelak disikapi oleh Belanda dengan sangat serius, karena gagasan ini memang pantas dicurigai akan memicu pembebasan negara ini dari cengkraman Belanda. Maka Belanda mengeluarkan Staatsblad nomer 26, tahun 1903 yang isinya: 1) Melarang para sultan dan para abdi dhalem pergi berhaji. Karena dikhawatirkan akan terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Pan Islamisme yang sedang marak di Timur Tengah. Inilah yang membuat sultan-sultan kita, raja-raja kita pergi berhaji, kerena memang ada larangan dari Belanda selaku penguasa kala itu. 2) Orang yang pulang haji harus di Baca lebih lanjut

Setengah Abad Jogokaryan (Tabligh Akbar)

12400686_1021607171229743_5188453809913001743_nSetengah Abad Masjid Jogokariyan,
Berdakwah Membangun Kampung Indonesia.

1966-2016;
50 Tahun roda dakwah ini berputar, pergantian estafet dari generasi ke generasi. Tak lepas dari perjuangan para perintis kami, yang berjuang dan keistiqomahannya membangun masjid ini, dari Kampung Abangan menuju Jogokariyan Darussalam.

50 Tahun roda dakwah ini berputar, bakti kami tuk selalu melayani,
Dari Masjid Mensejahterakan Ummat,
Dari Masjid Menyehatkan Ummat,
Dari Masjid Mencerdaskan Ummat,
Dari Masjid Membangun Ummat.

Jogokariyan dengan konsep Baca lebih lanjut

Sejarah Islam di Keraton Jogja dan Nusantara

Persebaran Dakwah Di NusantaraAudio :
Ust. Jazir ASP – Sejarah Islam di Keraton Jogja dan Nusantara A | 7 Mb
Ust. Jazir ASP – Sejarah Islam di Keraton Jogja dan Nusantara B | 21 Mb

Bisa dikatakan tak akan ada Islam di Indonesia tanpa peran khilafah. Orang sering mengatakan bahwa Islam di Indonesia, khususnya di tanah Jawa disebarkan oleh Walisongo. Tapi tak banyak orang tahu, siapa sebenarnya Walisongo itu? Dari mana mereka berasal? Tidak mungkin to mereka tiba-tiba ada, seolah turun dari langit?

Dalam kitab Kanzul ‘Hum yang ditulis oleh Ibn Bathuthah yang kini tersimpan di Museum Istana Turki di Istanbul, disebutkan bahwa Walisongo dikirim oleh Sultan Muhammad I. Awalnya, ia pada tahun1404 M (808 H) Baca lebih lanjut

Sejarah Wali Songo

wali_songoSejarah berasal dari kata sajaro (pohon), sehingga dengannya kita bisa memahami akar, daun, dan rantingnya kehidupan. Sejarah, merupakan 2/3 kandungan dalam Al-Qur’an. Sebab sejarah merupakan guru kehidupan, sebagaimana Bung Karno mengatakan “JALI MERAH (jangan sekali-kali melupakan sejarah”atau lebih terkenal setelah dipelesetkan oleh Mr. Ali Satrawijoyo menjadi “Jas Merah”.

Begitu pentingnya sejarah bagi kehidupan manusia, barangsiapa yang mengetahui sejarah maka ia akan memiliki visi, dan misi kehidupan lebih jauh ke depan daripada yang tidak. Begitu pula dengan Dinul Islam ini, kita pada kesempatan kali ini akan berbicara dalam dimensi sejarah perkembangan Islam di tanah Jawa oleh Wali Songo. Dan sebaliknya, orang yang tidak mengenal sejarah maka akan kacau kehidupannya. Inilah salah satu poin penting yang menjawab pertanyaan mengapa umat Islam saat ini khususnya di tanah jawa mengalami keterpurukan. Salah satu yang disinyalir kuat ialah, sebab umat Islam di tanah ini tidak mengetahui sejarah mereka sendiri.

Banyak berbagai macam versi yang berkembang mengenai sepak terjang Wali Songo ini, belum lagi bumbu-bumbu mistis dan klenik berbau syirik yang disematkan oleh masyarakat secara turun-temurun. Sesungguhnya hal itu sama sekali tidak Baca lebih lanjut

DOA, INTISARI IBADAH (Ust.Jazir ASP)

Ust. Jazir

Ust. Jazir

Jikalau kita memiliki seorang teman dekat apabila kita memiliki permintaan maka tidaklah segan kita mengutarakannya dan sebaliknya teman tersebut enggan menolaknya karena kita adalah sahabatnya. Begitu pula dengan Allah, apabila kita dekat dengan Allah maka apabila kita meminta kepada Nya niscaya akan dikabul Baca lebih lanjut