Khutbah Gerhana Matahari – Ja’far Umar Thalib

12993387_1042372569158766_9159632102518674304_n

Ustadz Ja’far Umar Thalib (mantan Panglima Laskar Jihad) berkunjung ke Fadli Zon Library (12/4/2016).

Gerhana dalam istilah hadist ialah khusuf. Gerhana Matahari disebut khusuf, pun gerhana bulan juga disebut khusuf. Gerhana-gerhana ini adalaha “ayatul min ayatollah, tanda-tanda daripada anda keagungan Allah”. Bukanlah gerhana ini karena kematian seseorang atau kelahiran seseorang. Bukan pula gerhana ini disebabkan karena adanya Buto Ijo yang mau makan matahari atau mau makan bulan, karena itu dibikinlah tetabuhan, bunyi-bunyian (festival) supaya Buto Ijo tersebut tidak jadi memakan bulan ataupun matahari. Khurofat seperti ini dikembangkan di kalangan orang-orang animisme, yang sayangnya pada hari ini pemerintah kita dalam rangka menjalankan program utamanya yaitu deislamisasi (penyingkiran Islam), mereka (pemerintah) mengeluarkan dana dari APBD masing-masing untuk membikin festival budaya memperingati  gerhana (agar Buto Ijo tidak jadi “ngemplok” matahari atau bulan). Begitulah Baca lebih lanjut

Iklan

Asketologi Konflik Timur Tengah & Peran Pemuda Islam Terhadap Kebangkitan Peradaban Islam

6fc7d5843111804f37411556d77e6ab1Beberapa negeri Timur Tengah tampak sudah mulai menarik duta besar, dan memtuskan hubungan diplomatik dengn negara iran. Hal itu membuat Iran dan sekutunya bak kebakaran jenggot, karena hal yang seperti ini baru terjadi.  Seolah menjadi jawaban dari pertanyaan yang kerap dilontarkan orang-orang seperti, kalau Syi’ah itu kafir, kenapa Iran masih boleh haji di Saudi?”.

Banyak yang sudah memperkirakan akan dekatnya hari kiamat salah satunya adalah konflik Timur Tengah. Sebagaimana memalui Nubuwah, Beliau Shallallahu’alaihi wa shallam menyebutkannya akan terjadinya “huru-hara internasional”. Sebuah huru-hara, peperangan terbesar yang akan melibatkan seluruh negara Islam dengan orang kafir. Inilah yang pada hari ini disebut sebagai “asketologi konflik timur tengah”.

Ust. Okrisal Eka Putra – Asketologi Konflik Timur Tengah & Peran Pemuda Islam Terhadap Kebangkitan Peradaban Islam | 88 mnt | 15 Mb

Orang Yang Dimaafkan Di Bulan Ramadhan

maxresdefaultDalam kita menjadi hidup sudah selayak berpedoman kepada hukum Allah, maka sudah sepantasnya pada setiap  gerak-gerik perbuatan kita senantiasa memperhatiakan mana yang Allah perintahkan mana yang Allah larang. Yang wajib, kerjakan. Yang sunnah, diperbanyak. Yang mubbah, boleh tapi jangan banyak-banyak. Yang makruh, mungkin kadang-kadang. Yang haram, jangan sampai. Kalau kita sudah terlanjur melakukan yang haram, Alhamdulillah masih ada pintu taubat. Di dalam hadits riwayat imam Ahmad menyatakan bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mengugurkan dosa-dosa kita lewat taubat, tapi ternyata ada yang tidak diampuni. Apa saja itu? Maka simak, jangan sampai kita melakukannya karena kita tidak mengetahuinya….
Ust. Hawary – Orang Yang Dimaafkan Di Bulan Ramadhan | 20 mnt | 3 Mb

Butir Salju Penanda Kiamat

Albert Einstein dengan teori relativitasnya menunjukkan bahwa, segala sesuatu di dunia, terbatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Artinya apa, bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki masa, memiliki batas, dan tidak absolut adanya. Sebetuk benda  bisa berubah bentuk, rapuh, rusak, bahkan hancur, karena ia terbatasi oleh dimensi ruang. Pun demikian, sebentuk benda akan menemui titik dimana dia akan rapuh, rusak, bahkan hancur tak bersisa, lenyap, yang hidup akan mati, manusia pasti akan mati, alam semesta akan menemui ajalnya “laa uqsimu biyaumil qiyaamah” karena ia terbatasi oleh dimensi waktu. Persis seperti produk makanan yang dicipta manusia yang umumnya di kemasannya terdapat tanggal ekspaietnya, begitupula produk ciptaan Allah. Allah telah menulis tanggal ekspaiet setiap makhluk ciptaannya, dimana? Fii lauhim mahfudz, tertanggal 50.000 th sebelum masa penciptaan.

Akhi, dunia ini akan hancur, Alam semesta akan menuai kiamatnya, “pasti”. 1400 tahun yang lalu, Muhammah Shallahu’alaihi wa Shallam mengatakan:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ…حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

“Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga tanah Arab menjadi lahan yang subur dan dialiri sungai- sungai.” (HR Muslim no.1681)

Mungkin dahulu ketika manusia mendengar dari mulut Muhammad mengira, rupanya Muhammad sudah gila, rupanya Muhammad sudah kehilangan akalnya, sebab Baca lebih lanjut

Logika Keberadaan Allah

how-entrepreneurs-think-differentlyDiawal surat Al-Baqarah Allah menyatakan bahwasannya ciri orang yang bertakwa adalah mereka yang percaya pada perkara yang ghaib, perkara ghaib yang paling besar adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bagaimana kita bertaqwa sedangkan kita tidak percaya akan keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebab Allah itu ada tetapi tidak bisa dilihat oleh pandangan mata manusia ketika mereka masih hidup. Demikianlah Allah mensifati dirinya sendiri di Baca lebih lanjut

Memperbarui Ketaqwaan

hqdefault“Mari kita memperbaharui kehambaan kita kepada Allah Swt”, sahut Ustadz Salim. “Dengan terus menhayati apa yang kita baca di dalam sholat kita, apa yang kita baca di dalam Suratul Fatihah”.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
(QS: Al-Fatihah Ayat: 5)
Hanya kepadaMu Ya Allah kami menyembah, hanya kepadaMu Ya Allah kami mengabdi, hanya kepadaMu Ya Allah kami beribadah, hanya kepadaMu Ya Allah kami menjadi berhamba, dan dengan itupulah Ya Allah kami mohon pertolongan, memohon bantuan untuk menjadi hambaMu yang baik, shalih, dan mampu memenuhi hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang telah Engkau tetapkan. Bagian taqwa kita kepada Allah adalah penghayatan sepenuhnya bahwa kita hidup di alam dunia ini sebagai hambanya Allah Swt. mengabdi kepada Allah, menjadi pengelola segala nikmat karunianya untuk kemaslahatan diri dan sesama.

Penjelasan lebih lanjut dapat didengar di :
Ust. Salim A Fillah – Memperbarui Ketaqwaan | 3Mb

Sejarah Taubatan Nasuha

Banyak yang beranggapan bahwa seorang yang melakukan dosa besar maka selayaknya ia melakukan taubatan nasuha. Hal ini sesungguhnya kurang tepat bila kita menilik dan mencermati lebih mendalam tentang darimana sesungguhnya kalimat “nasuha” itu berasal. Sebab, sesungguhnya ada sebuah kisah yang melatar belakangi kalimat “Taubatan Nasuha” dan kisah taubatan nasuha itu sesungguhnya bukanlah taubatnya seorang pendosa melaikan adalah taubatnya seorang pemuda bernama Nasuha yang telah menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan amalan sholih.

Berikut kisahnya :
Al kisah dizaman Nabi Daud As. di kalangan bani Israil ada seorang wanita yang bernama “Nasuha”. Dia adalah seorang bmwanita yang dikaruniai Allah kelebihan harta, memiliki perkebunan yang luas, tanah-tanah yang letaknya strategis. Diantara tanah-tanah Si Nasuha ini salah satunya terletak di depan gerbang kota Yerusalem. Ketika suatu ketika Nabi Daud berjalan-jalan dan melihat-lihat tanah itu seraya berkata, “alangkah indahnya bila seandainya di tanah ini dibangun Masjid untuk beribadah lepda Allah”.

Kemudian karena tergerak oleh keinginan itu Nabi Daud yang Nabi, Rasul, dan sekaligus Raja Yerusalem itu menyempatkan waktunya untuk menemui Nasuha. Dengan kesopanan dan lembut Nabi Daud menyampaikan keinginannya, “Wahai Nasuha, bagaimana bila di tanahmu itu engkau wakafkan untuk kita bangun masjid diatasnya?”. “Bagaimana mungkin saya wakafkan?” Baca lebih lanjut