Oleh-oleh Dari Ingris

1

Sungai Thames yang pada tahun 1682 disusuri dengan gagah oleh Ngabei Naya Wipraya dan Ngabei Jaya Sedana, Duta Besar Kesultanan Banten untuk Kerajaan Inggris, dalam perhelatan kerajaan yang gegap gempita oleh sambutan rakyat Britania.

Kepada Raja Charles II, mereka persembahkan hadiah dari Sultan Abdul Kahar Abun Nashr berupa 200 karung lada, satu runggai intan berlian, burung merak dari emas yang bertaburkan intan baiduri, serta hadiah-hadiah lainnya; semuanya bernilai sekitar 12.000 real emas.

Saat menyusuri Sungai Thames inilah, uang saku salah satu pelayan mereka yang terdiri atas 33 orang anggota rombongan terjatuh; dan baru ditemukan pada awal abad ke-21 ini berupa koin-koin bertulisan Arab “Laa ilaaha illaLlaah Muhammadur RasuuluLlaah. Pangeran Ratoe ing Bantam” berjumlah 90 keping dalam 1 renteng.
Baca lebih lanjut

Selamatkan Indonesia Dari Neo Imprealisme dan Neo Liberalisme

kki_17

Gunung kidul, “Indonesia Milik Allah, Selamatkan Indonesia dari neo imperialisme dan neo liberalisme”. Apa itu imperialisme? Penjajahan, apa itu leberialisme? Kebebasan. Belanda memang sudah tidak menjajah lagi, memang sudah meninggalkan tanah jajahannya, tapi dilanjutkan Amerika. Sehingga kita terbebas dari dari belanda, namun disini ada unsur kebebasan yang berlebihan yaitu “liberal” ala Amerika, seperti “Bebaskan umat Islam dari syari’atnya”. Kalau zaman Siti Nurbaya pacaran sembunyi-sembunyi, sekarang orang-orang bebas berhubungan seks di Parang Tritis. Dan itu boleh, karena mereka telah membayar pajak membayar pajak, mereka menyewa losmen, hotel, penginpan untuk bezina itu dengan membayar pajaknya. Sehingga aparat wajib menjaga ketentraman orang yang sedang berzina tersebut, maka kalau ada orang yang menggrebek tempat seperti losmen dan hotel tempat perzinahan itu bukan mengherankan bisa-bisa Baca lebih lanjut

Islam Kepemimpinan & Keindonesiaan

39140310_kampanye-masyumiGagasan Indonesia yang merdeka di mulai pada tahun 1903, ketika Jumi’at Khoir, sebuah organisasi Islam yang dipelopori oleh para ulama di Jakarta yang mengadakan Konggres Khilafah. Mereka mengagas sebuah pemikiran, ide besar tentang bagaimana masa depan Hindia-Belanda dalam prespektif ke Islaman.  Pada kesempatan “Konggres Khilafah” itu dihadirkan utusan dari Kekhalifahan dari Turki Utsmani yang diwakili oleh Muhammad Amin Bey. Kesimpulan yang dicapai dari situ adalah, “Kaum muslimin haram tunduk pada penguasa kafir”. Nah, gagasan inilah yang kelak disikapi oleh Belanda dengan sangat serius, karena gagasan ini memang pantas dicurigai akan memicu pembebasan negara ini dari cengkraman Belanda. Maka Belanda mengeluarkan Staatsblad nomer 26, tahun 1903 yang isinya: 1) Melarang para sultan dan para abdi dhalem pergi berhaji. Karena dikhawatirkan akan terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran Pan Islamisme yang sedang marak di Timur Tengah. Inilah yang membuat sultan-sultan kita, raja-raja kita pergi berhaji, kerena memang ada larangan dari Belanda selaku penguasa kala itu. 2) Orang yang pulang haji harus di Baca lebih lanjut

50 Pendakwah Pengubah Sejarah (Bedah Buku)

50-pendakwah-pengubah-sejarah-302-zoom-150 Pendakwah Pengubah Sejarah adalah tulisan yg mengungkapkan keteladanan Pendakwah. Menghimpun 50 kisah pendakwah yang kesemuanya telah wafat. Memang sengaja dipilih yang telah berpulang ke rahmatulloh karena “buku” mereka sudah “ditutup”. Jika sampe akhir hayatnya seseorang dikenal secara luas tetap istiqomah dalam berdakwah, maka itulah yg masuk kriteria dalam buku 50 Pendakwah Pengubah Sejarah ini. Kesemuanya adalah tokoh Indonesia diantaranya sudah sering terdengar di telinga kita dari ulama klasik Imam Nawawi Albantani, pertengahan ada Hasim As’ari, Ahmad Dahlan, zaman kemerdekaan ada M Natsir sampe masa kini ada Rahmat Abdulloh, Yoyoh Yusroh dll. Semoga kita mampu mengambil ibroh.

Ust. Okrisal Eka – 50 Pendakwah Pengubah Sejarah (Bedah Buku) | 58 mnt | 8 mb

Islam di Korea

Screenshot_2014-09-29-17-24-42_1Sepulang dari melaksanakan tugas dakwah di bumi Korea Selatan, Ustadz Salim A Fillah kembali membina Majelis Jejak Nabi di Masjid Jogokaryan Yogyakarta. Pertemuan kali ini tersa spesial sebab pada kesempatan kali ini beliau membagikan pengalamannya selama berada di negeri nan jauh itu, menceritakan keadaan pertumbuhan benih-benih Islam di negeri tersebut.

Peradaban negeri Korea ini sungguh sangat unik dari peradaban kerajaan-kerajaan disana hingga sampai peradaban tekhnologi-tekhnologi yang maju hingga saat ini. Disela-sela perjalanan peradaban itu Islam kian tumbuh menyelinap hingga ia telah sampai memiliki tempat tersendiri di bumi Korea. Hingga saat Ustadz Salim menjelaskan pengalamannya terdata bahwakaum muslimin di Korea terbilang sebanyak 30.000 orang yang asli Korea (natif), dan ada sebanyak 250.000 muslim di Korea yang kebanyakan berasal dari kawan-kawan imigran dari negeri seperti Turki, India, Pakistan, Bangladesh, Indonesia, Malaysia, Brunei Darusallam, dll.

Sejarah menunjukkan bahwa awal mula kehadiran Islam di Korea ialah pada pertengahan abad ke-7 yakni ketika telah banyak pedagang muslim yang telah sampai ke salah satu kerajaan Korea Baca lebih lanjut

Wasiat Rasulullah Untuk Abdurraman Bin Auf

Suatu ketika tatkala 10 manusia mulia berkumpul di masjid nabawi. Diantara mereka adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Ibnu Mas’ud, Muadz bin Jabal, Ibnu Aud, Said Al-Khudri, dan Abdullah bin Umar Radhiallahu anhu. Kemudian Rasulullah memanggil Abdurrahman bin Auf dan mewasiatkan sebelum menjalankan perintah beliau untuk melakukan ekspedisi di Dumatul Jandal.Salim3

Hingga di satu titik Rasulullah bersabda, “Ada lima perkara yang jika kalian diuji dengannya, dan jika kalian ditimpa olehnya, aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya:
1) Tidak ada kekejian yang muncul di suatu kaum dan mereka melakukannya kecuali akan timbul penyakit Tha’un dan wabah penyakit yang belum pernah menimpa orang-orang sebelum mereka.
2) Dan tidak mereka mengurangi timbangan kecuali mereka akan ditimpa bertahun-tahun kesulitan pangan serta kedzaliman penguasa atas mereka.
3) Dan tidaklah mereka menolak untuk membayar zakat, melainkan akan ditahan dari mereka tetesan air dari langit, jikalau bukan karena hewan-hewan, niscaya mereka tidak akan mendapatkan hujan. Baca lebih lanjut

Pelajaran Berharga Dari Seekor Semut Betina

Adalah Sulaiman as yang baginya telah Allah beri kekuasaan atas golongan manusia, jin, dan hewan. Dan mari kita tengok dari salah-satu perjalanan agung yang di tempuh Sulaiman bersama dengan segerombolan pasukannya yang agung yakni meliputi manusia, jin, dan hewan dalam sebuah rombongan berbaris rapi.

dukungdakwahnusantaraHingga sampailah Sulaiman dalam sebuah peristiwa sarat dengan hikmah, tatkala ia bertemu dengan seekor semut betina.

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;
(QS: An-Naml Ayat: 18)

Ketika seekor semut merah bertina itu menyeru kepada semut-semut yang lainnya agar mereka tidak terinjak oleh rombongan Nabi Sulaiman, disinilah hikmah yang sangat besar dan melimpah yang terkandung didalamnya. Kalimat semut yang sebegitu mulianya hingga sampai Allah abadikan dalam salah satu bagian dari firmaNya yang agung, dalam sebuah kitab yang paling agung yakni Al-Qur’an, dan diturunkan pada seorang nabi yang paling agung yakni Muhammas Saw.

Sebab kalimat ini ditujukan untuk menyelamatkan sesamanya. Maka salah satu pelajarannya adalah bahwasannya betapa Baca lebih lanjut