Islam di Negeri-Negeri Teluk

Screenshot_2015-02-13-11-43-28_1Ketika sang Rasul ditanya tentang kiamat oleh Jibril tadi, beliau hanya menjawab bahwa yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. Artinya kiamat itu bersifat sangat rahasia dan privasi Allah. Mengapa demikian? Agar manusia bisa diberi balasan sesuai kadar amalnya. Segala aspek penghitungan kapan terjadinya kiamat atau kapan medekati kiamat semata-mata hanya spekulasi manusia belaka dan sama sekali tidak bisa membuktikan waktu terjadinya “pesta” akhir zaman ini.

Rasul hanya menyebutkan tanda-tanda kiamat yang sudah kita ketahui dari banyak hadist Rasululloh mulai dari tanda-tanda kecil hingga besar. tanda-tanda kecil sudah mulai banyak bermunculan seperti merajalela pembunuhan, budak perempuan yang melahirkan tuan putrinya atau dalam kata lain banyak anak durhaka kepada orang tuanya. Selain itu, banyak wanita yang seakan-akan dimiliki oleh laki-laki yang bukan mahramnya. Satu hal yang paling penting dan menjadi inti dalam pembahasan ini adalah banyak manusia yang berlomba-lomba meninggikan bangunan.

Salim A Fillah bersama Yusuf Al-QadrdawiContoh yang paling nyata adalah Burj Khalifah di Dubai. Marilah kita bahas sedikit demi sedikit. Kini ada sebuah perkumpulan negara-negara di Timur Tengah yang biasa kita sebut sebagai Uni Emirat Arab (UEA). UEA ini terdiri dari tujuh negara regional yang bergabung menjadi satu dan dipimpin oleh seorang sultan. UEA adalah penghasil minyak bumi paling mutakhir yang pernah ada. Kehidupan UEA terbagi-bagi menjadi tiga kasta. Pertama kita sebut sebagai Emirati sebagai pemiliki segala kekayaan. Kedua, Bani Asfar atau biasa disebut warga kulit putih yang berposisi sebagai manajer dan pemimpin perusahaan. Ketiga adalah bangsa Asia yang mayoritas terdiri dari warga India, Pakistan, dan Banglades sebagai karyawan.

Pada salah satu museum, terdapat pameran foto yang berisi foto-foto kehidupan bangsa Arab lima puluh tahun yang lalu. Keadaannya sangat cocok dengan hadist Nabi yang menyebutkan bahwa orang-orang penggembala domba yang bertelanjang kaki dan bertelanjang dada mulai meninggikan bangunan-bangunan.

Ketika Abu Dhabi punya cadangan minyak bumi yang super power sedunia, maka Baca lebih lanjut

Iklan

Perbedaan Ide Khilafah ISIS Dengan Hizbut Tahrir

usjDokumentasi Audio bisa disimak di : Ust. Shiddiq Al Jawi – Perbedaan Ide Khilafah ISIS Dengan Hizbut Tahrir | 9Mb

Bagaimana pandangan Hizbut Tahrir terhadap “Khilafah” yang diproklamirkan oleh ISIS? Jika “Khilafah” ini tidak memenuhi syarat, bagaimana masa depan perjuangan menegakkan Khilafah pasca proklamasi ISIS ini?

Jawab:

Pertama: secara umum pandangan dan sikap Hizbut Tahrir (HT) tentang fakta “Khilafah” yang baru diproklamirkan oleh ISIS ini tidak berbeda dengan pandangan HT yang pernah dimuat oleh majalah ini beberapa bulan sebelumnya.

Kedua: sebagai tambahan atas penjelasan dalam Soal-Jawab sebelumnya, sekaligus penegasan, berikut ini saya mengutip sebagian penjelasan resmi Amir Hizbut Tahrir di seputar proklamasi ‘Khilafah’ oleh ISIS:

  1. Sesungguhnya tanzhim (organisasi) apapun yang ingin memproklamirkan Khilafah di suatu tempat wajib mengikuti thariqah (metode) Rasulullah saw. Dalam hal itu. organisasi ini, antara lain, harusmemiliki Baca lebih lanjut

Islam Kok Liberal

islam-kok-liberalBagaimana mungkin Islam disamakan dengan seluruh agama-agama selain Islam ?
Padahal seluruh agama selain Islam, adalah merupakan ajaran yang menyerukan penyembahan kepada makhluk, apakah itu jin, malaikat, nabi, wali, batu, pohon, dll. Sementara Islam adalah agama yang menyerukan kepada pentauhidan “Rabbil ‘alamin”, apakah seorang muslim yang sesungguhnya mau disamakan peribadahan kepada Rabbil ‘alamin (Rabb semesta alam) ini dengan ibadah kepada dewa-dewa, Nabi, sapi, batu ? disamakan antara tauhid dengan syirik? apakah seorang muslim akan ridho terhadap persamaan-persamaan tersebut?. Sejatinya tidak mungkin ada muslim yang akan ridho terhadap hal semacam ini.

Inilah fitnah pemahaman yang dibawa oleh sekelompok orang- orang yang menamakan “Islam Liberal” dengan slogannnya “pluralisme”. Bahwa semua agama sama, sama-sama akan masuk surga masing-masing. Lantas bagi Islam yang liberal tidak hanya umat Islam yang akan masuk surga, sebab surga itu tidak hanya surganya umat Islam. Dengan katalain, ada surga Nasrani, surga Yahudi, bahkan surga Baca lebih lanjut

Mekanisme Melahirkan Generasi Mulia

Ustad Yusuf Mustaqin

Ustadz Yusuf Mustaqin

Umat Islam adalah umat yang dilahirkan sebagai umat yang terakhir. Dia memiliki tugas yang sangat berat sekaligus sangat mulia yakni, mengkoreksi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh kaum terdahulu kemudian membawanya kepada cahaya kemuliyaan Islam. Telah diutusnya bagi mereka Rasul penyempurna yang membawai Al-Qur’an yang sempurna.

Tugas berat dan sekaligus mulia itu tentu membutuhkan orang-orang mulia yang sanggup mengemban dakwah, menyebarkan kemuliyaan tersebut, maka didalamnya perlu adanya mekanisme yang mulia pula agar mampu menghadirkan generasi yang mulia gilang-gemilang mencahayai peradaban manusia di akhir zaman. Itulah Islam Baca lebih lanjut

Seribu Hikmah Surat Al Kahfi

11050821_941907572519992_3484878122527719754_nPembahasan mengenai dajal membawa kita untuk memahami tentang keutamaan surah al-Kahfi. Sebab, ada riwayat dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang dajal. “Barang siapa yang berada di zaman dajal hendaknya membaca ayat-ayat pertama di surat al-Kahfi.” (HR Muslim).

Hanya sedikit sekali manusia yang selamat dari fitnah dajal. Baik ketika masa datangnya dajal maupun saat ini menjelang masa datangnya dajal.

Karena itu, menjadi sangat penting untuk menjaga diri dari berbagai bentuk tipu daya dan penyesatan yang dilakukan para pejuang kesesatan. Mereka sedang mempersiapkan kehadiran dan panggung sang dajal akhir zaman.

Di antara keutamaan surah al-Kahfi adalah menjaga diri dari fitnah dajal. Keterangan ini telah disampaikan Rasulullah dalam beberapa hadis sahih.

Imam Muslim memberikan bab khusus tentang surah ini. Beliau menamakan salah Baca lebih lanjut

Kegagalan Manusia Menata Peradaban

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

—     TQS. Ar-Rum: 41 

1379610_861910137183200_524448291833541520_nAnda tentu masih ingat dengan the days of ignorance (zaman jahiliah) di jazirah Arab. Saat itu manusia hidup dengan hukum dan budaya jahiliah (kebodohan). Berbagai kerusakan menjadi bagian kehidupan manusia. Seorang ayah merasa malu bila memiliki anak perempuan. Sebagian dari mereka tega membunuh anak sendiri sebelum beranjak dewasa. Moralitas juga hancur. Pelacuran tumbuh subur. Tidak hanya pelacuran, sebagian suami malah merelakan istrinya digauli laki-laki lain demi perbaikan keturunan. Perbudakan terhadap manusia juga jauh dari perikemanusiaan. Zina, riba, dan minuman memabukkan tampak secara nyata dalam kehidupan. Zaman kebodohan ini beranjak pergi setelah manusia diatur dengan aturan Ilahi yang berasal dari Al-Khaliq. Muhammad saw. dan pengikutnya membawa perubahan di jazirah Arab dan sekitarnya dengan me-landing-kan Islam.

Dunia juga mengenal the dark ages (zaman kegelapan) di abad pertengahan Eropa. Saat itu doktrin gereja dan otoritas absolut penguasa mengatur manusia dengan kekuasaan represif. Gereja dan raja berkolaborasi mengatur manusia. Semboyan L’etat c’est Mo (negara adalah saya) begitu terasa di tengah kehidupan masyarakat. Raja diposisikan sebagai wakil Tuhan di muka bumi dan gereja memberi legitimasinya. Itulah kekuasaan teokrasi. Hasilnya? Manusia hidup tertindas di bawah kekuasaan despotik dan represif. Kebenaran harus tunduk di bawah doktrin gereja dan raja. Ilmu pengetahuan dianggap bid`ah dan korbannya adalah para ilmuwan yang mengemukakan kebenaran saintifik. Manusia hidup tertekan dan terpasung dengan doktrin-doktrin yang dipaksakan. Penindasan terjadi di mana-mana, termasuk penindasan terhadap kebenaran. Suara kebenaran dipasung dan banyak yang mati di tiang gantungan, salah satunya penyuara teori heliosentris, Copernicus.

The dark ages berakhir dengan perjuangan ilmuwan dan intelektual di abad kegelapan Eropa melahirkan abad pencerahan, the age of enlightenment. Ini terjadi sekitar abad ke-18 M. Mereka bersemangat melakukan revisi atas kepercayaan-kepercayaan tradisional dari berbagai aspek, terutama terkait falsafah soverignity, kedaulatan. Kedaulatan tidak lagi ditangan raja atau biarawan, tapi di tangan rakyat (demokrasi). Suara rakyat adalah suara Tuhan menggeser pandangan raja sebagai wakil Tuhan.  Benturan keras antara prinsip gereja dengan kegelisahan intelektual melahirkan kompromi berupa ide sekulerisme. Sekulerisme ini adalah paham yang memisahkan agama dari urusan publik. Artinya, agama boleh saja ada tapi tidak boleh dibawa-bawa masuk ke ranah negara dan masyarakat. Agama haram mengatur wilayah politik, ekonomi, hukum, sosial, dan masalah publik lainnya. Karena ekonomi merupakan aspek yang paling dominan dari sekulerisme, maka kemudian faham ini juga dinamakan Kapitalisme. Ideologi Kapitalisme inilah yang kemudian melahirkan Impreialism Era, zaman penjajahan.

Sekarang kita hidup di era dengan wajah yang agak berbeda. Sekulerisme atau Kapitalisme semakin mengglobal. Imperialisme masih mewarnai dunia dengan wajah baru (new imperialism). Saya telah memberi gelar untuk zaman kita hari ini dengan gelar  Baca lebih lanjut

Pentingnya Belajar Al-Qur’an (Syeikh Mahmoud Abdul Kareem – Imam dari Palestina)

syekh palesRamadhan lalu, setelah beberapa waktu lamanya imam dari Palestina ini hadir, kemudian tinggal di Masjid Jogokaryan sebagai bentuk sila ukhwah walau negerinya sesungguhnya sedang menderita. Pada kesempatan kali ini Syiekh Mahmoud Abdul Kareem menasihatan tentang betapa pentingnya mempelajari Al-Qur’an. Beliau mewasiatkan bahwa, barangsiapa yang menjadikan Al-Qur’an sebagai contoh dan petunjuk dalam menjalan hidup maka kelak ia akan menjadi syafa’at bagi pembaca tersebut.

Beliau juga melanjutkan, bahwa bertepatan dengan bulan Ramadhan membaca Al-Qur’an adalah sebuah nilai tersendiri, sebab kelak di yaumil kiamat kelak bacaan Al-Qur’an kita dan puasa kita akan menjadi hujjah bagi diri kita. Puasa akan mengatakan kepada Allah “Ya Rabbi saya melarang hamba ini untuk makan di siang hari” dan kemudian Al-Qur’an mengatakan “Ya Rabbi saya melarang hamba ini untuk tidur karena hamba ini sibuk membaca Al-Qur’an”. Maka barangsiapa yang belum berkesempatan mempelajari dan menghafal Al-Qur’an setidaknya memotivasi dan memberi kesempatan kepada anak-anaknya untuk melakukan hal tersebut. Sebab, kebebasan Syams dan Masjidil Aqsa tidak akan bisa diraih kecuali dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagaimana yang telah tercatat oleh se Baca lebih lanjut