Dasar Dasar Estetika Islam

Seni yang telah dirancang oleh filsuf barat, seni profan, jauh dari spirit wahyu bahkan lepas sama sekali dari kaca mata keagamaan dan tentu saja mengandung sekulerastik akut. Barat sebagai pemerhati seni, menurut schuon, tidak bisa Deni Junaedi Photo Profilmenentukan arah perkembangan seni itu sendiri karena bagi mereka, segala yang bisa disebut keindahan adalah anugrah alam semesta kepada manusia untuk dinikmati sebagai pelampiasan hasrat nafsu badaniah semata. Dalam pandangan Kristen misalnya, seni hanya dianggap sebagai media untuk menyalurkan aspirasi terpendam dan bukan sebagai bentuk persembahan agung pada sang pencipta. Banyak karya seni dan kriya hasil budaya Barat lebih menonjolkan bentuk lekuk tubuh wanita telanjang bahkan sedang melakukan persetubuhan. Dari sini muncul pertanyaan, apakah keindahan dari seni hanya berasal dari keindahan lekuk tubuh wanita saja? Jawabannya tentu bukan. Islam tidak mengajarkan tentang hal seperti itu. Seni dalam Islam lebih menonjolkan nilai suci (sakral)yang bisa dilihat nilai estetiknya. Nilai estetik Islam sendiri lebih menonjolkan satu-kesatuan bentuk yang berulang-ulang sehingga tercipta sesuatu yang harmonis dan seimbang. Keteraturan itu menggambarkan seni sebagai pengantar jiwa manusia ke Tuhan, ke Allah.

Imam Al Ghazali membagi keindahan menjadi Baca lebih lanjut

Iklan

Perbandingan Ideologi

Ideologi adalah suatu keyakinan dasar yang bersifat rasional, yang kemudian melahirkan sistem atau sekumpulan peraturan hidup. Jadi, secara sederhana ideologi dapat diartikan sebagai suatu keyakinan dasar yang mensyaratkan memiliki ide (fikrah) dan metode penerapan ide tersebut (thariqah).

Perbedaan 3 Ideologi di Dunia - Front CoverJika mengamati perubahan yang terjadi di berbagai belahan dunia, maka hal itu tidak terlepas dari perbedaan tingkat pemikiran manusia saat itu. Konflik antarmanusia, antarsuku, antarbangsa, ataupun antaragama adalah hal yang wajar tejadi dilihat dari keragaman pemikiran yang berkembang di dalam masyarakat. Namun, dari berbagai perubahan yang terjadi, adalah perbedaan ideologilah yang banyak mempengaruhi perbedaan yang meniscayakan benturan-benturan tersebut. Terjadinya Perang Dingin antara Blok Barat (kapitalis) dan Blok Timur (sosialis) yang melibatkan sejumlah negara selama bertahun-tahun menunjukkan bukti tersebut.

Selain kedua ideologi tersebut, masih ada sebuah ideologi lagi yang pernah menguasai dunia, yaitu ideologi Islam. Sebagai sebuah ideologi, Islam pernah berjaya sebagaimana Amerika dengan ideologi kapitalisnya di saat sekarang ini. Bahkan Islam menguasai jauh berlipat-lipat rentang waktunya hingga selama 13 abad lamanya, dari masa Rasulullah hingga masa runtuhnya Kekhilafahan Turki Utsmani (otoman) hingga awal abad kedua puluh satu ini, ideologi Islam tidak pernah lagi Baca lebih lanjut

Jalan Menuju Iman

Ustad Dr Nopriadi Phd

Ustad Dr Nopriadi Phd

Jalan iman itu begitu panjang…
Tugas kita itu begitu banyak dan begitu berat…
Sedang usia kita itu begitu sempit, singkat dan sedikit…
Untungnya Rabbku dan Rabb kalian, tidak menuntut kita agar sampai di ujung jalan
Untungnya Rabbku dan Rabb kalian, tidak mempermasalahkan tentang finish tidaknya kita di jalan iman tersebut
Untungnya Rabbku dan Rab kalian, tidak meminta agar di selesaikan tugas-tugas yang banyak dan berat itu
Aku kagum terhadapku tatkala Dia berkata “jalan mana yang kau pilih, jalan fujur atau taqwa?”
Sungguh Rabb kita mencintai kita
Dia tidak meminta itu semua, Dia hanya meminta agar kita berjuang sekuat tenaga dan mati di atas jalan iman tersebut
Sehingga kelak Dia memiliki alasan Baca lebih lanjut

Ramadhan Ahlan Ramadhan

Screenshot_2014-09-29-18-13-44_1Ramadhan memang ajib, dia bisa merubah orang-orang Muslim menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun ini pula yang menyebabkan kesedihan mendalam tak terperi dalam hati ini, bagaikan luka dikasi air garam, disulut api rokok, ditimpa pula dengan palu pakubumi. Ternyata sekularisme masih bersemayam dalam akal ummat, menariknya ke jurang kegelapan yang paling dalam tanpa menyisakan secercah sinar yang bahkan cukup untuk mengurai airmata. Sekulerisme telah sukses mendidik ummat Muslim bahwa Allah hanya melihat hamba-Nya pada saat bulan Ramadhan. Dan bahwasanya Allah pergi meninggalkan manusia, dan tak lagi menghitung amalannya selain pada bulan ini.
Bagaimana bisa seseorang puasa di waktu siang, mengharamkan dirinya daripada apapun yang dihalalkan Allah baginya. Dia menahan dirinya dari istrinya yang halal, makanan yang halal, minuman yang halal. Namun ia justru berbuka puasa dengan menghalalkan apa yang Allah haramkan baginya? Ia berbuka dengan uang yang didapatnya dari riba, dengan kondisi berhukum pada aturan-aturan selain Allah, bahkan ditemani dengan sistem warisan syaithan, sistem yang mengajak manusia untuk meninggalkan Al-Qur’an sebagai pakem.
Sepuluh kali Ramadhan telah berlalu, namun tampaknya usahaku belum membuahkan hasil yang kuharapkan. Ah, mungkin itu persangkaanku saja. Toh, Allah tidak sama perhitungannya dengan makhluknya. Bukannya pepatah Arab selalu mengatakan “malam yang paling gelap justru malam menjelang fajar tiba”bukan? Dalam sadarku aku hanya bisa mencerca upayaku sendiri yang kurasa belum maksimal. Berharap pertolongan Allah sementara jiwaku belum layak menerima kemuliaan itu
Ummat memang terkadang berbahaya, ia merupakan selimut tempat berlindung dari dinginnya malam dan panasnya siang, pun ia dapat menjelma menjadi monster paling menakutkan, yang akan membenamkan kuku-kuku ucapannya dalam hatimu yang terdalam, dan yang menghujamkan belati beracun di setiap bagian tubuhmu yang mampu ia jangkau.
Menunjukkan cahaya bagi mereka yang terlalu lama berjalan dalam kegelapan sama saja memberinya rasa sakit, dan sebagian pejalan dalam gelap ini lebih suka berada dalam kedzaliman ketimbang bermandikan cahaya ilahi. Mungkin dalam hati kecilnya merindukan terang Allah, namun syaithan telah melakukan tugasnya dengan baik menakut-nakuti mereka hingga lebih suka dalam kegelapan. Mereka lupa bahwa lebih terhormat mati dalam terang daripada hidup dalam kegelapan.Setidaknya Baca lebih lanjut

Urgensi Tafaqquh Fiddin (Ust. Abu Hanif)

599756_10151137180183296_1338622603_n

 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون

[الذاريات : 56]

Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan agar menyembah-Ku

Tafaquh fiddin artinya adalah memahami agama Islam. Sesuai dengan tujuan penciptaan manusia yang disampakan Allah melalui ayat diatas bahwa manusia dan jin hanya untuk beribadah kepada Allah. Bagaimana mungkin seorang muslim beribadah kepada Allah tanpa memahami agama Allah (Tafaqquh fiddin)  terlebih dahulu.

Pentingnya untuk bertafaqufiddin ialah semata-mata karena kita sebagai manusia, memiliki kerwajiban untuk beribadah, tunduk, patuh, dan taat terhadap Allah. Setiap agama dimana mereka menyembah Tuhan-tuhan mereka yang beraneka macam itu tetap saja mereka memiliki implikasi / tata cara dalam beribadah terhadap Tuhannya tersebut. Dan celakalah kita apabila beribadah dengan tatacara beribadah oleh agama lain atau ajaran-ajaran selain islam. Betapa konyolnya kita
bila bersusah payah dalam  melakukan suatu amalan dengan niat ibadah, taat, dan tunduk kepada Allah namun amalan itu bukanlah amalan yang Allah harapakan. Baca lebih lanjut

TUJUAN MANUSIA DICIPTAKAN (Ust.Cahyo Al-Fatih)

Ust. Cahyo Al-Fatih

Ust. Cahyo Al-Fatih

Kenapa kita mengenal Allah ? Kenapa kita hanya menyembah kepada Allah ? Padahal Allah adalah 1 diantara Tuhan-Tuhan yang disembah olehorang-orang di masa kini. Ada Yesus, ada Brahma, Wisnu, Budha, dan Dewa-dewa yang lain. Sangat di sayangkan sebagian dari kita memang mengaku hanya menyembah Allah. Akan tetapi dalam dadanya dipenuhi dengan kebimbangan dan keraguan. Fikiranya lemah, kosong akan logika kenapa harus Allah satu dan tiada lagi yang pantas disetarakan. Imannya labil dan  mudah goyah apabila digoncangkan sedikit saja kadang ia yakin kadang ia tidak.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ

Baca lebih lanjut