Selamatkan Indonesia Dari Neo Imprealisme dan Neo Liberalisme

kki_17

Gunung kidul, “Indonesia Milik Allah, Selamatkan Indonesia dari neo imperialisme dan neo liberalisme”. Apa itu imperialisme? Penjajahan, apa itu leberialisme? Kebebasan. Belanda memang sudah tidak menjajah lagi, memang sudah meninggalkan tanah jajahannya, tapi dilanjutkan Amerika. Sehingga kita terbebas dari dari belanda, namun disini ada unsur kebebasan yang berlebihan yaitu “liberal” ala Amerika, seperti “Bebaskan umat Islam dari syari’atnya”. Kalau zaman Siti Nurbaya pacaran sembunyi-sembunyi, sekarang orang-orang bebas berhubungan seks di Parang Tritis. Dan itu boleh, karena mereka telah membayar pajak membayar pajak, mereka menyewa losmen, hotel, penginpan untuk bezina itu dengan membayar pajaknya. Sehingga aparat wajib menjaga ketentraman orang yang sedang berzina tersebut, maka kalau ada orang yang menggrebek tempat seperti losmen dan hotel tempat perzinahan itu bukan mengherankan bisa-bisa Baca lebih lanjut

Subuh Bareng Jogokaryan

Seiring berjalan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-6 yang berlangsung di Yogyakarta, beberapa tokoh Islam Indonesia bertandang untuk memotivasi, membagi informasi, menyampaikan perkembangan, serta menasehati para jama’ah masjid Jogokaryan selepas Subuh.
Subuh Bareng jogokaryan1

Audio :
Ust. Hamid F Zarkasyi – Akibat Tidak Bersatu | 2 Mb
Ust. Fahmi Salim – Melahirkan Masyarakat dan Pemimpin Islam | 2 Mb
Ust. Fadlan Garamatan – Membongkar Strategi Nasrani Menguasai Indonesia | 2 Mb
Ust. Bachtiar Nasir – Tanya Jawab Strategi Umat Islam | 4 Mb
Subuh Bareng Jogokaryan
Audio 2 :
Ust. Salim A Fillah – Kalimat Pengantar (Urgensi Syuro) | 1 Mb
Ust. Buya Teungku Zulkarnain – Kesejarahan Islam Di Aceh | 5 Mb
Ust. M. Zaitun Rasmin – Semangat Persatuan | 3,3 Mb
Ust. Habiburrahman El Shirazy – Tantanga Si Kecil Kepada Tentara Israel | 3 Mb

Perbedaan Ide Khilafah ISIS Dengan Hizbut Tahrir

usjDokumentasi Audio bisa disimak di : Ust. Shiddiq Al Jawi – Perbedaan Ide Khilafah ISIS Dengan Hizbut Tahrir | 9Mb

Bagaimana pandangan Hizbut Tahrir terhadap “Khilafah” yang diproklamirkan oleh ISIS? Jika “Khilafah” ini tidak memenuhi syarat, bagaimana masa depan perjuangan menegakkan Khilafah pasca proklamasi ISIS ini?

Jawab:

Pertama: secara umum pandangan dan sikap Hizbut Tahrir (HT) tentang fakta “Khilafah” yang baru diproklamirkan oleh ISIS ini tidak berbeda dengan pandangan HT yang pernah dimuat oleh majalah ini beberapa bulan sebelumnya.

Kedua: sebagai tambahan atas penjelasan dalam Soal-Jawab sebelumnya, sekaligus penegasan, berikut ini saya mengutip sebagian penjelasan resmi Amir Hizbut Tahrir di seputar proklamasi ‘Khilafah’ oleh ISIS:

  1. Sesungguhnya tanzhim (organisasi) apapun yang ingin memproklamirkan Khilafah di suatu tempat wajib mengikuti thariqah (metode) Rasulullah saw. Dalam hal itu. organisasi ini, antara lain, harusmemiliki Baca lebih lanjut

Perubahan Hakiki, Perubahan Sistemik

Masih banyak rakyat di negeri ini yang menganggap dan menaruh harapan besar bilamana ada pergantian kepemimpinan / presiden nantinya akan membawa perubahan yang lebih baik bagi negrinya. Padahal sistem yang mereka pakai adalah sistem demokrasi liberal, sistem yang memang sudah cacat sejak lahir. Kalau dahulu presiden pertama kita Ir Sukarno pernah berkata “go to hell for liberalism !”, bahkan dari sumbernya sendiri demokrasi ini mendapat kecaman tentang bobroknya sistem ini oleh filusuf sekelas Plato, maupun Aristoteles. Anehnya di era yang sekarang ini kita sebagai rakyat Indonesia yang mayoritas muslim menaruh harapan terhadap sistem ini. Sistem ini adalah sebuah bentuk kedzoliman yang menjanjikan sebuah kesenjangan, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

lubrication-oil-gear-21026-2498361Ibaratkan dalam sebuah perlombaan antara Indonesia dengan negeri-negeri maju semacam Amerika dan sekutunya dimana kesenjangan sudah begitu jauh.  Ditambah lagi ternyata tim negara maju ini adalahsatu-satunya oknum yang berwenang dalam membuat aturan dalam perlombaan tersebut. Indonesia diberi kendaraan sepeda gunung, sedangkan tim negara maju tersebut menaiki mobil balap. Maka bagaimana pun usaha Indonesia dalam menyusul mereka tetap saja hanya menghasilkan keterpurukan. Maka langkah yang nyata ialah mengganti kendaraannya bukan mengganti pengemudinya. Sebagaimana langkah yang paling nyata demi kemajuan Indonesia adalah mengganti sistemnya bukan mengganti pemimpinnya. Karena percuma saja bila pemimpinnya sebaik apapun bila sistemnya tetap sama maka hasilnya pun tak akan jauh berbeda.

Kita ini adalah umat yang canggih, umat yang disebut-sebut Baca lebih lanjut

Fiqih Demokrasi

Demokrasi sudah menjadi paham atau sistem politik yang mendunia, termasuk di dunia Islam. Hampir semua negara-negara di dunia ini, mayoritas dari mereka menggunakan sistem ini dan bisa dikatakan bagi negara-negara Islam yang tidak menggunakan sistem demokrasi ini tidaklah utuh, tidaklah tunggal, atau paripurna dalam menggunakan sistem politik selain demokrasi.uploads--1--2013--12--50688-ismail-yusanto-pks-tak-jauh-beda-dengan-partai-sekulerDalam artian masih banyak ruang bagi mereka untuk terkena pengaruh dari nilai-nilai sistem demokrasi ini.

Setidaknya ada tiga pandangan, kelompok sikap berbeda dari umat Islam ketika berhadapan dengan demokrasi :
1. Mengatakan bahwa tidak ada masalah sama sekali dalam demokrasi, sebab inti dari demokrasi adalah agama Islam. Bahkan ada istilah “Tuhan pun Maha Demokratis”.

  1. Mengatakan bahwa demokrasi sama sekali tidak sesuai dengan ajaran Islam, Islam adalah Islam, demokrasi adalah demokrasi. Bahkan mereka mengatakan Islam dan demokrasi ini bertentangan 180°.
  2. Mengatakan bahwa memang demokrasi bukan berasal dari Islam, akan tetapi Islam bisa memberikan sumbangan nilai-nilai terhadap demokrasi. Sehingga yang terjadi ialah bukanlah demokrasi yang berkembang menjadi demokrasi yang liberal melainkan ia akan berkembang menjadi demokrasi yang Islami atau demokrasi yang religius.

Bagaimana cara menilai ketika kelompok sikap ini? Manakah yang benar ?

Sahabat sekalian masalah ini sesungguhnya bermula dari perbedaan cara Baca lebih lanjut

KIP Yogyakarta – Indonesia Milik Allah, Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal

Grand Pasifik Hall, Yo10390937_263553773828028_9025988405273665085_ngyakarta – Bersamaan dengan suasana Isra’ Mi’raj dan momentum 90 tahun runtuhnya khilafah, sekaligus mengingatkan umat Islam akan kewajiban menegakkan Khilafah dan memberi kabar gembira akan hadirnya kembali Khilafah Islam dalam waktu dekat, Insyaallah. Maka Hizbut tahrir  menggelar agenda akbar yaitu : Konfensi Islam dan Peradaban 1435H dengan tema “Indonesia Milik Allah, Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sitem Ekonomi Liberal”. Acara ini diselenggarakan di 70 kota di seluruh Indonesia pada 27 Mei – 1 Juni 2014, termasuk yang telah teselenggara di kota Yogyakarta 27Mei lalu. Dengan Tujuan :

1. Mengingatkan umat Islam, khususnya di Indonesia akan bahaya demokrasi dan sistem ekonomi liberal yang telah menyeret Indonesia dalam berbagai krisis.
2. Memberi alternative agar Indonesia lebih baik dengan Syariah dan Khilafah.
3. Mengajak kaum muslimin untuk mengambil bagian dalam menyongsong perubahan besar dunia menuju Khilafah.

Setidaknya sekitar 5000 ribu lebih kaum muslimin Yogyakata menghadiri agenda yang di gelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia ini. Hal ini mudah-mudahan menjadi tanda bahwa masyarakat telah merindukan sistem yang bermana Khilafah Islamiyah. Makin tumbuh kesadaran umum bahwa kita masih dijajah. Penguasaan alam di negeri ini oleh asing sangat jelas, namun penguasa menjadi kaki tangan kelangsungan perusahaan tersebut dan mengorbankan rakyat. Tidak ada pengaruh atas perubahan pemimpin. Kejahatan negara korporasi ini disebabkan demokrasi dan ekonomi kapitalisme.

Dibuka dengan sambutan dari Ustad Yusuf Mustaqiem S.Kom.I. Hadir sebagai pembicara adalah Ustad M.Rosyid Supriyadi M.SI memaparkan dengan tema “Demokrasi Sistem Rusak dan Menghasilkan Kerusakan”, Ustad Dwi Chondro Triono Ph.D memaparkan dengan meterinya “Sistem Ekonomi Liberal dan Demokrasi; Dari Korporasi, Oleh Koprorasi, dan Untuk Korporasi” kemudian Ustad M.Rahmad Kurnia (DPP HTI) dengan Pidato Politiknya yang berapi-api.

Demokrasi Sumber Kerusakan

Kedaulatan ada di tangan rakyat, itulah pilar utama demokrasi. Sekilas kalimat itu terasa begitu merakyat dan indah didengar. Namun dibalik kalimat indah tersebut demokrasi mengandung racun yang sangat mematikan bagi kehidupan umat manusia di seluruh dunia.
Kedaulatan rakyat di tangan rakyat meniscayakan bahwa hak legislatif atau hak membuat hukum perundang-undangan ada di tangan (wakil-wakil) rakyat, tanpa memandang apakah keputusan-keputusan yang dibuat itu sesuai atau bertentangan dengan hukum Allah SWT dan Rasulullah SAW. “Suara rakyat suara tuhan”, demikian jargon dalam demokrasil Inilah ppangkal dari berbagai malapetaka yang terjadi di seluruh Negara dunia, termasuk Indonesia. Baca lebih lanjut

MERENUNGI MUSIBAH


penampakan-wajah-bertanduk-rev1

Kita berduka negeri ini tak henti-hentinya dilanda musibah seolah negeri ini telah menjadi tempat favorit bagimusibah itu untuk melancarkan aksi.  Tentu kita bertanya-tanya megapa ini terjadi pada Indonesia tidak terjadi terhadap negara-negara tetangga kita yang jaraknya dekat sekali dengan kita. Musibah itu sendiri bisa merupakan sebuah ujian atau sebuah peringatan atau sebuah adzab (na’udzubillah..). Allah berfirman :

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari dosa-dosamu.” (QS. As Syura, 42 : 30)

Padahal Indonesia adalah umat yang paling Baca lebih lanjut