Selamatkan Indonesia Dari Neo Imprealisme dan Neo Liberalisme

kki_17

Gunung kidul, “Indonesia Milik Allah, Selamatkan Indonesia dari neo imperialisme dan neo liberalisme”. Apa itu imperialisme? Penjajahan, apa itu leberialisme? Kebebasan. Belanda memang sudah tidak menjajah lagi, memang sudah meninggalkan tanah jajahannya, tapi dilanjutkan Amerika. Sehingga kita terbebas dari dari belanda, namun disini ada unsur kebebasan yang berlebihan yaitu “liberal” ala Amerika, seperti “Bebaskan umat Islam dari syari’atnya”. Kalau zaman Siti Nurbaya pacaran sembunyi-sembunyi, sekarang orang-orang bebas berhubungan seks di Parang Tritis. Dan itu boleh, karena mereka telah membayar pajak membayar pajak, mereka menyewa losmen, hotel, penginpan untuk bezina itu dengan membayar pajaknya. Sehingga aparat wajib menjaga ketentraman orang yang sedang berzina tersebut, maka kalau ada orang yang menggrebek tempat seperti losmen dan hotel tempat perzinahan itu bukan mengherankan bisa-bisa Baca lebih lanjut

Jalan Menuju Iman

Ustad Dr Nopriadi Phd

Ustad Dr Nopriadi Phd

Jalan iman itu begitu panjang…
Tugas kita itu begitu banyak dan begitu berat…
Sedang usia kita itu begitu sempit, singkat dan sedikit…
Untungnya Rabbku dan Rabb kalian, tidak menuntut kita agar sampai di ujung jalan
Untungnya Rabbku dan Rabb kalian, tidak mempermasalahkan tentang finish tidaknya kita di jalan iman tersebut
Untungnya Rabbku dan Rab kalian, tidak meminta agar di selesaikan tugas-tugas yang banyak dan berat itu
Aku kagum terhadapku tatkala Dia berkata “jalan mana yang kau pilih, jalan fujur atau taqwa?”
Sungguh Rabb kita mencintai kita
Dia tidak meminta itu semua, Dia hanya meminta agar kita berjuang sekuat tenaga dan mati di atas jalan iman tersebut
Sehingga kelak Dia memiliki alasan Baca lebih lanjut

Tantangan dan Peluang Ekonomi Islam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015

Sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan di Indonesia telah menghasilkan berbagai macam kerusakan. Tidak hanya berupa ketimpangan antara si Kaya dan si Miskin. Sistem ekonomi ini telah bisa mempengaruhi perilaku individu-individu sehingga semakin abai terhadap syariat. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana kerusakan Sistem Ekonomi Kapitalisme dan kemuliaan Sistem Ekonomi Islam, agar kita bisa memperbaiki keadaan umat di Indonesia ini, syukur-syukur bisa di seluruh dunia. Aamiin. Karena itu ada baiknya sobat solnet meluangkan waktu untuk hadir dalam Seminar Ekonomi Islam yang in sya Allah akan diadakan oleh BEM STEI Hamfara Yogyakara.

semnashamfaraPada hari Minggu 21 Desember 2014 Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Hamfara akan mengadakan seminar nasional ekonomi Islam. Seminar ini bertajuk “Tantangan dan Peluang Ekonomi Islam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015”. Seminar ini akan di adakan di gedung Airlangga, Jl Gedong Kuning No 132 Kotagede Yogyakarta. Seminar tersebut akan menghadirkan 3 pimbacara nasional sekaligus lho. Beliau beliau adalah sebagaimana berikut ini, dilengkapi juga dengan rekaman dokumentasi bisa diakses pada link yang telah tersedia  :

1. Dr Hendri Saparini; beliau adalah Direktur Eksekutif Core Indonesia, Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah dan Himpunan         Pengusaha Pribumi Indonesia. Beliau akan membawakan materi dengan tema:
“Dampak MEA bagi Perekonomian Bangsa Indonesia” | Audio | 5mb

2. H. Dwi Condro Triono S.P M.Ag PhD ; beliau adalah pakar ekonomi islam, pengarang Baca lebih lanjut

Fiqih Demokrasi

Demokrasi sudah menjadi paham atau sistem politik yang mendunia, termasuk di dunia Islam. Hampir semua negara-negara di dunia ini, mayoritas dari mereka menggunakan sistem ini dan bisa dikatakan bagi negara-negara Islam yang tidak menggunakan sistem demokrasi ini tidaklah utuh, tidaklah tunggal, atau paripurna dalam menggunakan sistem politik selain demokrasi.uploads--1--2013--12--50688-ismail-yusanto-pks-tak-jauh-beda-dengan-partai-sekulerDalam artian masih banyak ruang bagi mereka untuk terkena pengaruh dari nilai-nilai sistem demokrasi ini.

Setidaknya ada tiga pandangan, kelompok sikap berbeda dari umat Islam ketika berhadapan dengan demokrasi :
1. Mengatakan bahwa tidak ada masalah sama sekali dalam demokrasi, sebab inti dari demokrasi adalah agama Islam. Bahkan ada istilah “Tuhan pun Maha Demokratis”.

  1. Mengatakan bahwa demokrasi sama sekali tidak sesuai dengan ajaran Islam, Islam adalah Islam, demokrasi adalah demokrasi. Bahkan mereka mengatakan Islam dan demokrasi ini bertentangan 180°.
  2. Mengatakan bahwa memang demokrasi bukan berasal dari Islam, akan tetapi Islam bisa memberikan sumbangan nilai-nilai terhadap demokrasi. Sehingga yang terjadi ialah bukanlah demokrasi yang berkembang menjadi demokrasi yang liberal melainkan ia akan berkembang menjadi demokrasi yang Islami atau demokrasi yang religius.

Bagaimana cara menilai ketika kelompok sikap ini? Manakah yang benar ?

Sahabat sekalian masalah ini sesungguhnya bermula dari perbedaan cara Baca lebih lanjut