50 Pendakwah Pengubah Sejarah (Bedah Buku)

50-pendakwah-pengubah-sejarah-302-zoom-150 Pendakwah Pengubah Sejarah adalah tulisan yg mengungkapkan keteladanan Pendakwah. Menghimpun 50 kisah pendakwah yang kesemuanya telah wafat. Memang sengaja dipilih yang telah berpulang ke rahmatulloh karena “buku” mereka sudah “ditutup”. Jika sampe akhir hayatnya seseorang dikenal secara luas tetap istiqomah dalam berdakwah, maka itulah yg masuk kriteria dalam buku 50 Pendakwah Pengubah Sejarah ini. Kesemuanya adalah tokoh Indonesia diantaranya sudah sering terdengar di telinga kita dari ulama klasik Imam Nawawi Albantani, pertengahan ada Hasim As’ari, Ahmad Dahlan, zaman kemerdekaan ada M Natsir sampe masa kini ada Rahmat Abdulloh, Yoyoh Yusroh dll. Semoga kita mampu mengambil ibroh.

Ust. Okrisal Eka – 50 Pendakwah Pengubah Sejarah (Bedah Buku) | 58 mnt | 8 mb

Iklan

The Prisoner, Catatan Dibalik Penjara Israel

prisoners_diarieAda suara-suara yang menolak dibungkam oleh penjajah zionis Israel; tertuangkan dalam catatan harian di balik penjara. Suara rakyat Palestina yang ditindas bertahun-tahun. Suara yang berharap dapat membuka mata hati dunia dan mata hati kita, tentang kezaliman besar yang sedang terjadi.

Suara-suara itu terangkum dalam The Prisonersí Diaries: Catatan dari Balik Penjara yang merupakan terjemahan catatan pribadi berbahasa Arab para mantan tahanan Palestina di berbagai penjara Zionis Israel.

Buku ini tidak hanya bicara tentang kepedihan karena terpisah dari orang-orang tercinta, atau tentang penistaan yang dilakukan para penjajah di ruangan berjeruji. Catatan harian para tahanan ini juga menunjukkan kukuhnya iman, tingginya harapan, dan derasnya doa mereka.

Dua puluh dua kisah yang dituturkan saudara-saudara kita ini, semoga membangkitkan semangat juang kita untuk membebaskan Palestina dan Masjidil Aqsha.

Audio bedah buku : Ust. Salim A Fillah – The Prisoner, Dibalik Penjara Israel

Louncing Perdana Lapis-Lapis Keberkahan

Selamat datang di lapis-lapis keberkagan. Kita akan mengupas beriris-iris asas makna, hingga mampu mengemudi hati di jalan lurus agar mesra denganNya dalam ringkasnya hidup.

Selamat datang di lttusalapis-lapis keberkahan. kita akan menata bertumpuk-tumpuk bahan karya hingga seayat ilmu memandu setitis rizqi, setitis rizqi membekali segerak amal, dan segerak amal memperindah seisi bumi.

Selamat datang di lapis-lapis keberkahan. kita akan mencicipi bersusun-susun rasa surga dalam sesosok pribadi, serumah keluarga, hingga selingkung negara.

Semua berangkat dari iman, dari iman yang berakar di kedalaman nurani., ia mengambil saripati. Berkah adalah dunia dalam dunia, bayang-bayang firdaus yang keindahannya tak tertembus oleh mata telanjang kita. Berkah adalah hidup dalam hidup. Ialah cicipan-cicipan surga yang kenikmatannya tak terjelaskan oleh kata-kata. Baca lebih lanjut

Bila Al-Qur’an Tidak Penting

KEWAJIBAN-TILAWAH-MEMBACA-AL-QURANBanyak manusia yang lalai dari membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan berinteraksi dengannya sebab kesibukan dunia. Tampak dari sikap sebagian besar manusia itu memandang Al-Quran tidaklah begitu penting, sehingga mereka lebih mementingkan dan memprioritaskan usahanya, perusahaannya, pendidikannya, keluarganya, dan lain-lain, mereka punya waktu untuk itu semua akan tetapi tidak bagi Al-Qur;an. Maka mari kita merenungi kedalam diri kita melalui peringatan Allah :

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ. لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS Al Fathir: 29-30)

Kalau Al-Qur’an tidak penting mengapa Allah perintahkan membacanya serta menjamin pada pembacanya akan terbebas dari kerugian ? Baca lebih lanjut

Bersama Kesusahan Ada Kemudahan

mencari-ilmu“Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba akan menjadi putus asa dan demikianlah keadaan makhluk yang tidak bisa keluar dari kesulitan. Akhirnya, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Inilah hakekat tawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab terbesar keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya”. (Ibnu Rajab)

Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)

Namun makna/arti dari ayat diatas kuranglah tepat sebab yang lebih tepat ialah “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

Maka Rasulullah bersabda,

وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

Bersama kesulitan, ada kemudahan.”(HR. Ahmad) Oleh karena itu Baca lebih lanjut

Dasar Dasar Estetika Islam

Seni yang telah dirancang oleh filsuf barat, seni profan, jauh dari spirit wahyu bahkan lepas sama sekali dari kaca mata keagamaan dan tentu saja mengandung sekulerastik akut. Barat sebagai pemerhati seni, menurut schuon, tidak bisa Deni Junaedi Photo Profilmenentukan arah perkembangan seni itu sendiri karena bagi mereka, segala yang bisa disebut keindahan adalah anugrah alam semesta kepada manusia untuk dinikmati sebagai pelampiasan hasrat nafsu badaniah semata. Dalam pandangan Kristen misalnya, seni hanya dianggap sebagai media untuk menyalurkan aspirasi terpendam dan bukan sebagai bentuk persembahan agung pada sang pencipta. Banyak karya seni dan kriya hasil budaya Barat lebih menonjolkan bentuk lekuk tubuh wanita telanjang bahkan sedang melakukan persetubuhan. Dari sini muncul pertanyaan, apakah keindahan dari seni hanya berasal dari keindahan lekuk tubuh wanita saja? Jawabannya tentu bukan. Islam tidak mengajarkan tentang hal seperti itu. Seni dalam Islam lebih menonjolkan nilai suci (sakral)yang bisa dilihat nilai estetiknya. Nilai estetik Islam sendiri lebih menonjolkan satu-kesatuan bentuk yang berulang-ulang sehingga tercipta sesuatu yang harmonis dan seimbang. Keteraturan itu menggambarkan seni sebagai pengantar jiwa manusia ke Tuhan, ke Allah.

Imam Al Ghazali membagi keindahan menjadi Baca lebih lanjut

Adakah Allah MencintaiKu ?

Satu-satunya jalan yang apabila kita tempuh maka Allah akan ridho ialah Islam, tidak ada jalan yang selain Islam.

أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ11000878_1058833380813080_8464848878708489113_n (1)
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
(QS: Al-Maidah Ayat: 35)

Seorang ulama bernama Syaikh Ali At-Thantha, ketiaka ia membaca ayat ini, ia mentaddaburinya dan merenung “bagaimana caranya supaya saya dekat kepada Allah, supaya Allah mencintai saya?” kemudian ia melanjutkan dialognya dengan dirinya sendiri termenung dan bertanya “adakah Allah mencintai saya?”. Ia terdiam tak mampu menjawabnya, namun ia berkeyakinan bahwa “jika Allah mencintai seseorang pasti ada kriterianya, pasti ada cara, dan jalannya”. “Sebab” lanjutnya, “tidak semua orang dicintai Allah, tidak semua orang mendapatkan keridhoan Allah”.

Maka sang ulama yang Baca lebih lanjut