Membongkar Kesesatan Syiah

Membongkar Kesesatan Syiah- Ust. Ja'far Umar ThalibSyi’ah secara bahasa artinya adalah pengikut. Penganut agama ini menamakan diri dengan Syi’ah karena mereka mengaku sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan pengikut Ahlul Bait. Akan tetapi, jauh panggang dari api, pengakuan mereka sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib dan pengikut Ahlul Bait adalah dusta belaka. Pengakuan mereka ini hanyalah tipu daya dalam rangka merusak Islam dan Muslimin.

Bila kita menelisik sejarah terjadinya agama Syi’ah, kita akan tahu bahwa agama ini terbentuk dari intrik-intrik dendam Yahudi dan Majusi Persia terhadap Islam dan Muslimin. Dimana Yahudi menyimpan dendam terhadap Islam, karena mereka tersingkir supremasinya dari masyarakat Arab setelah datangnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam dengan membawa Islam dari Allah Ta’ala. Yahudi akhirnya diusir dari jazirah Arab karena wasiat dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam. Demikian pula Majusi Persia mempunyai perasaan dendam kepada Islam karena kerajaan mereka dihancurkan oleh tentara Islam di zaman pemerintahan Umar bin Al Khattab.

Audio : Ust. Ja’far Umar Thalib – Membongkar Kesesatan Syiah

Iklan

Pendidikan Kapitalis Pencetak Generasi Rusak

Hidup di era kegagalan tidak cukup sekedar menjadi orang baik. Orang baik artinya berusaha menjalani segala peran di dalam hidup berdasarkan prinsip (Islam dan sunatullah). Begitupun dalam mendidik anak-anak kita. Tidak cukup sekedar menjadikan mereka mampu menjalani peran-peran di dalam hidup dengan baik. Mengapa?

sch anak-anak kita, sedang kendalikan, diarahkan oleh banyak kekuatan. Era kegagalan adalah setting kekuatan-kekuatan itu secara simultan sedang menciptakan ketidakbahagiaan dan krisis multi-dimensi. Ada sebuah mesin di level peradaban dunia yang sedang bekerja men-tuning negara-negara di seluruh dunia, masyarakat, sekolah, rumah bahkan anak kita menuju ke kerusakan hidup. Hedonisme, perzinahan, perselingkuhan, free-sex, korupsi, pedofilia, pornografi, krisis ekonomi, global warming dan berbagai bencana kemanusiaan terus diproduksi secara sistemis. Tentu saja sistem yang bekerja adalah Baca lebih lanjut

Dasar Dasar Estetika Islam

Seni yang telah dirancang oleh filsuf barat, seni profan, jauh dari spirit wahyu bahkan lepas sama sekali dari kaca mata keagamaan dan tentu saja mengandung sekulerastik akut. Barat sebagai pemerhati seni, menurut schuon, tidak bisa Deni Junaedi Photo Profilmenentukan arah perkembangan seni itu sendiri karena bagi mereka, segala yang bisa disebut keindahan adalah anugrah alam semesta kepada manusia untuk dinikmati sebagai pelampiasan hasrat nafsu badaniah semata. Dalam pandangan Kristen misalnya, seni hanya dianggap sebagai media untuk menyalurkan aspirasi terpendam dan bukan sebagai bentuk persembahan agung pada sang pencipta. Banyak karya seni dan kriya hasil budaya Barat lebih menonjolkan bentuk lekuk tubuh wanita telanjang bahkan sedang melakukan persetubuhan. Dari sini muncul pertanyaan, apakah keindahan dari seni hanya berasal dari keindahan lekuk tubuh wanita saja? Jawabannya tentu bukan. Islam tidak mengajarkan tentang hal seperti itu. Seni dalam Islam lebih menonjolkan nilai suci (sakral)yang bisa dilihat nilai estetiknya. Nilai estetik Islam sendiri lebih menonjolkan satu-kesatuan bentuk yang berulang-ulang sehingga tercipta sesuatu yang harmonis dan seimbang. Keteraturan itu menggambarkan seni sebagai pengantar jiwa manusia ke Tuhan, ke Allah.

Imam Al Ghazali membagi keindahan menjadi Baca lebih lanjut

Perbandingan Ideologi

Ideologi adalah suatu keyakinan dasar yang bersifat rasional, yang kemudian melahirkan sistem atau sekumpulan peraturan hidup. Jadi, secara sederhana ideologi dapat diartikan sebagai suatu keyakinan dasar yang mensyaratkan memiliki ide (fikrah) dan metode penerapan ide tersebut (thariqah).

Perbedaan 3 Ideologi di Dunia - Front CoverJika mengamati perubahan yang terjadi di berbagai belahan dunia, maka hal itu tidak terlepas dari perbedaan tingkat pemikiran manusia saat itu. Konflik antarmanusia, antarsuku, antarbangsa, ataupun antaragama adalah hal yang wajar tejadi dilihat dari keragaman pemikiran yang berkembang di dalam masyarakat. Namun, dari berbagai perubahan yang terjadi, adalah perbedaan ideologilah yang banyak mempengaruhi perbedaan yang meniscayakan benturan-benturan tersebut. Terjadinya Perang Dingin antara Blok Barat (kapitalis) dan Blok Timur (sosialis) yang melibatkan sejumlah negara selama bertahun-tahun menunjukkan bukti tersebut.

Selain kedua ideologi tersebut, masih ada sebuah ideologi lagi yang pernah menguasai dunia, yaitu ideologi Islam. Sebagai sebuah ideologi, Islam pernah berjaya sebagaimana Amerika dengan ideologi kapitalisnya di saat sekarang ini. Bahkan Islam menguasai jauh berlipat-lipat rentang waktunya hingga selama 13 abad lamanya, dari masa Rasulullah hingga masa runtuhnya Kekhilafahan Turki Utsmani (otoman) hingga awal abad kedua puluh satu ini, ideologi Islam tidak pernah lagi Baca lebih lanjut

Cara Berfikir Yaang Benar

EvolutionManusia dikaruniai oleh Allah dua potensi atau dua kecenderungan. Yang pertama ialah bahwa manusia berpotensi menjadi makhluk yang mulia bahkan lebih mulia daripada malaikat. Kita berasal dari bibit yang hebat dan unggulan. Kita berasal dari satu ayah yaitu Adam As yang ketika ia diciptakan Allah tempatkan ia sebagai makhluk yang paling mulia diantara makhluk-makluk ciptaan-Nya sehingga Allah perintahkan makhluk langit bahkan sekelas malaikat pun diperintah untuk sujud hormat kepada manusia pertama itu. Artinya kedudukan manusia itu pada hakikatnya ialah lebih tinggi dari pada malaikat, seluruh malaikat.

Yang kedua ialah bahwa manusia berpotensi menjadi makhluk yang rendah bahkan lebih rendah  daripada binatang. Allah telah memberikan peringatan melalui firman-Nya, “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya” (Qs. At Tin: 4-5).
Inilah bukti otentik yang menunjukkah bahwa di dalam diri manusia juga terdapat hawa nafsu kebinatangan yang berpotensi menyeret manusia kedalam lembah kehinaan.

Maka Allah Yang Maha Pencipta itu ialah Dzat yang paling mengerti tentang tabiat manusia. Sungguh Allah itu Maha Pemurah lagi Bijaksana, Allah dengan RahmatNya menurunkan Dinnul Islam kepada segenap manusia sesungguhnya tujuannya ialah untuk Baca lebih lanjut

Islam Sebagai Standar Kehidupan

islam-the-key-to-truth-306x230Banyak manusia yang berlama-lama membuang-buang waktunya demi memikirkan siapa Tuhan yang benar, apa itu kebenaran, apa itu keadilan. Mereka sibuk berdebat antara satu dengan yang lain saling kekeh mempertahankan argumentnya masing-masing. Sehingga pada akhirnya hal-hal krusial tersebut menuai sebuah kesimpulan bahwa semua itu bersifat relatif belaka. Padahal bagi orang yang meyakini adanya kehidupan setelah hidup di dunia wajib mampu memahami dan mampu menjawab dengan benar terhadap hal ini. Mereka lupa bahwa ada sebuah informasi, buku petunjuk yang tak terbantahkan dari Sang Pencipta manusia.

Kami telah menurunkan kepadamu (Muhammad) al-Quran sebagai penjelas segala sesuatu; juga sebagai petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang Muslim(QS an-Nahl [16]: 89).

“Shalawat serta salam semoga Allah limpahkan keharibaan nabi agung Muhammad Saw. beserta para keluarganya, sahabatnya, orang-orang yang senantiasa berdakwah dengan dakwahnya, berpegang teguh kepada thariqahnya (metode dakwah), yang menggariskan segala sesuatu sebagaimana Rasulullah saw menggariskan, yang menjadikan aqidah Islam sebagai asas dan fondasi berpikirnya, yang menjadikan hukum-hukum syariah sebagai nuqyah atau standar perbuatannya.”

Seseorang yang telah bersaksi “tiada illah(sesembahan) selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah” maka baginya tidak ada standar b Baca lebih lanjut

PEMIMPIN SEBAGAI TUJUAN DAN AMANAH

c69cc602557a03ebe7436f455b6eb84d_jokowi-ahok1Sesungguhnya Iman dan taqwah itulah yang kelak akan kita bawa ke hadapan Allah kemudian dengan itupulalah Allah membedakan kita dan membelah kita menjadi berkelompok-kelompok. Menjadi orang yang taat atau yang ingkar, orange yang patuh atau orang yang mencampakkan syariat Allah, dsb. Inilah kepastian yang akan menjemput kita, siap atau tidak siap, beriman atau tidak beriman, itu pasti akan terjadi.

Maka sudah selayaknya kita hidup dalam koridor apa yang diperintahkan Allah untuk kita laksanakan dan apa yang dilarang Allah untuk kita tinggalkan. Dalam suran AL-An’am : 165 Allah Swt berfirman, “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian-sebagian kamu atas sebagian (yang lain) atas beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Dengan ayat ini menerangkan bahwa sesungguhnya Allah menghendaki mengangkat pemimpin dan menjadikan, memberikan wewenang adalah Allah Swt. Sesungguhnya dibalik setiap kepemimpinan itu adalah ujian, apakah dengannya ia akan melaksanakan kepatuhannya kepada Allah ataupun tidak. Kalau kita menilik perjalanan Rasulullah dan khalifah-khalifah beliau kita dapat mengetahui bahwa tugas yang paling utama seorang pemimpin ialah menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan apa yang menjadi larangan Allah.

Bagi para pemimpin tekait hal ini sesungguhnya kita bisa membagi  menjadi 2 golongan :
1. Yang menjadikan posisi pemimpin menjadi tujuan, kebanggan, dan hal yang patut disyukuri
2. Yang menjadikan pemimpin sebagai amanah.

Sesungguhnya jabatan dalam Islam adalah Baca lebih lanjut