4 Sifat Jahiliyah

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لَا يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِي الْأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ وَالْاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ (رواه مسلم)

Dari Abu Malik al-Asy’ari, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada empat hal di tengah umatku dari perkara jahiliyah, mereka sulit untuk meninggalkannya; berbangga dengan keturunan, mencela keturunan orang lain, minta hujan dengan perantaraan bintang-bintang, dan meratapi mayat”. [HR Muslim].berh

Lawan dari kafir adalah muslim, lawan Islam adalah Jahiliyah. Islam sangat membenci kebodohan. Karena, kebodohan adalah sumber malapetaka. Selama manusia tenggelam dalam lumpur kebodohan, selama itulah manusia akan merasakan derita. Dan akibat terbesar yang dialami umat manusia karena kebodohan adalah penyimpangan akidah atau keyakinan.

Kata ”jahiliyyah” yang secara bahasa berarti kedobohan, yang disematkan kepada kaum musyrikin sebelum datang Islam adalah terma yang merangkum keseluruhan makna penyelewengan dalam beribadah, kezaliman dan pembangkangan terhadap kebenaran. Jahiliyah terbesar adalah penyembahan kepada selain Allah atau syirik. Ia adalah ciri paling dominan untuk kata jahiliyah. Karena itu, masa sebelum pengutusan yang bergelimang kesyirikan disebut jaman jahiliyah. Baca lebih lanjut

Iklan

Kegagalan Manusia Menata Peradaban

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

—     TQS. Ar-Rum: 41 

1379610_861910137183200_524448291833541520_nAnda tentu masih ingat dengan the days of ignorance (zaman jahiliah) di jazirah Arab. Saat itu manusia hidup dengan hukum dan budaya jahiliah (kebodohan). Berbagai kerusakan menjadi bagian kehidupan manusia. Seorang ayah merasa malu bila memiliki anak perempuan. Sebagian dari mereka tega membunuh anak sendiri sebelum beranjak dewasa. Moralitas juga hancur. Pelacuran tumbuh subur. Tidak hanya pelacuran, sebagian suami malah merelakan istrinya digauli laki-laki lain demi perbaikan keturunan. Perbudakan terhadap manusia juga jauh dari perikemanusiaan. Zina, riba, dan minuman memabukkan tampak secara nyata dalam kehidupan. Zaman kebodohan ini beranjak pergi setelah manusia diatur dengan aturan Ilahi yang berasal dari Al-Khaliq. Muhammad saw. dan pengikutnya membawa perubahan di jazirah Arab dan sekitarnya dengan me-landing-kan Islam.

Dunia juga mengenal the dark ages (zaman kegelapan) di abad pertengahan Eropa. Saat itu doktrin gereja dan otoritas absolut penguasa mengatur manusia dengan kekuasaan represif. Gereja dan raja berkolaborasi mengatur manusia. Semboyan L’etat c’est Mo (negara adalah saya) begitu terasa di tengah kehidupan masyarakat. Raja diposisikan sebagai wakil Tuhan di muka bumi dan gereja memberi legitimasinya. Itulah kekuasaan teokrasi. Hasilnya? Manusia hidup tertindas di bawah kekuasaan despotik dan represif. Kebenaran harus tunduk di bawah doktrin gereja dan raja. Ilmu pengetahuan dianggap bid`ah dan korbannya adalah para ilmuwan yang mengemukakan kebenaran saintifik. Manusia hidup tertekan dan terpasung dengan doktrin-doktrin yang dipaksakan. Penindasan terjadi di mana-mana, termasuk penindasan terhadap kebenaran. Suara kebenaran dipasung dan banyak yang mati di tiang gantungan, salah satunya penyuara teori heliosentris, Copernicus.

The dark ages berakhir dengan perjuangan ilmuwan dan intelektual di abad kegelapan Eropa melahirkan abad pencerahan, the age of enlightenment. Ini terjadi sekitar abad ke-18 M. Mereka bersemangat melakukan revisi atas kepercayaan-kepercayaan tradisional dari berbagai aspek, terutama terkait falsafah soverignity, kedaulatan. Kedaulatan tidak lagi ditangan raja atau biarawan, tapi di tangan rakyat (demokrasi). Suara rakyat adalah suara Tuhan menggeser pandangan raja sebagai wakil Tuhan.  Benturan keras antara prinsip gereja dengan kegelisahan intelektual melahirkan kompromi berupa ide sekulerisme. Sekulerisme ini adalah paham yang memisahkan agama dari urusan publik. Artinya, agama boleh saja ada tapi tidak boleh dibawa-bawa masuk ke ranah negara dan masyarakat. Agama haram mengatur wilayah politik, ekonomi, hukum, sosial, dan masalah publik lainnya. Karena ekonomi merupakan aspek yang paling dominan dari sekulerisme, maka kemudian faham ini juga dinamakan Kapitalisme. Ideologi Kapitalisme inilah yang kemudian melahirkan Impreialism Era, zaman penjajahan.

Sekarang kita hidup di era dengan wajah yang agak berbeda. Sekulerisme atau Kapitalisme semakin mengglobal. Imperialisme masih mewarnai dunia dengan wajah baru (new imperialism). Saya telah memberi gelar untuk zaman kita hari ini dengan gelar  Baca lebih lanjut

PENENTANGAN AWAL TERHADAP DAKWAH

Ketika itu, jika para sahabat ingin melakukan shalat, mereka pergi ke syi’b (jalan diantara dua gunung) dan merahasiakan shalatnya dari penglihatan kaumnnya. Hingga suatu ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam sedang shalat bersama sahabatnya di salah satu syi’b tiba-tiba beberapa orang dari kaum musyrikin muncul ke tempat mereka. Kemudian mereka kaum musyrikin tersebut mengecam tindakan kaum Muslimin, dan mencela shalat mereka. Maka terjadilah perkelahian diantara mereka, dalam perkelahian itu Sa’ad bin Abu Waqqash memukul salah seorang dari orang-orang musyrikin dengan tulang rahang unta hingga terluka. Itulah darah pertama yang ditumpahkan dalam Islam.

Screenshot_2014-09-29-17-28-59_1Pada sub pembahasan terkait penentangan awal dakwah kali ini terbagi atas beberapa poin pembahasan :
1. Penguatan dan bekal dari Allah kepada perjuangan dakwah Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam.
2. Penentangan mula terhadap seruan Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam.
3. Pembelaan dan pengarahan Allah terhadap dakwah Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam.
4. Makar terhadap Al-Quran

Untuk lebih jelas lagi mari kita Baca lebih lanjut

HADIRNYA RASUL DI KALANGAN QURAISY

Ust. Salim A Fillah

Ust. Salim A Fillah

Keadaan umat manusia selama kurun waktu menjelang kedatangan agama Islam, secara umum peradaban manusia sedang menuju jalan bunuh diri. Selama kurun waktu tersebut umat manusia telah lupa akah Khaliq-Nya, lupa akan dirinya sendiri dan lupa akan nasib hari depannya. Umat manusia telah kehilangan petunjuk, tidak dapat membedakan kebajikan dan kejahatan, antara yang baik dan yang buruk. Umat manusia tenggelam ke dalam kekusutan fikiran, tidak beroleh hidayah agama yang benar dan kepada hari kemudian setelah mati. Mereka tidak memikirkan kebahagiaan hidup di akhirat dan tidak pula memisahkan aspek kemanusiaan. Dimana-mana umat manusia menyekutukan-Nya dengan sesembahan yang lain.

Hikmah ilahi telah menetapkan kawasan semenanjung Arabia sebagai daerah yang paling parah dilanda kegelapan dan kesesasatan sehingga perlu untuk dipancari sinar terang dan hidayat, kerena kawasan tersebut memang sangat membutuhkannya. Dia memilih bangsa Arab agar mereka menjadi manusia yang paling dini menerima dakwah agama yang benar untuk kemudian di sebarluaskan  ke berbagai penjuru dunia. Mereka ibarat lembaran kertas yang putih tidak banyak ternoda dan sukar dihapus sebagaimana mereka berbeda dengan kaum Romawi maupun Persia, dll. Karena bangsa-bangsa yang telah mencerna pengetahuan, peradaban dan kebudayaan tinggi, karena pandangan hidup serta cara berpikir sudah meningkan, terbentuk, dan meresap sedemikian rupa hingga tidak mudah untuk m Baca lebih lanjut