Islam Kok Liberal

islam-kok-liberalBagaimana mungkin Islam disamakan dengan seluruh agama-agama selain Islam ?
Padahal seluruh agama selain Islam, adalah merupakan ajaran yang menyerukan penyembahan kepada makhluk, apakah itu jin, malaikat, nabi, wali, batu, pohon, dll. Sementara Islam adalah agama yang menyerukan kepada pentauhidan “Rabbil ‘alamin”, apakah seorang muslim yang sesungguhnya mau disamakan peribadahan kepada Rabbil ‘alamin (Rabb semesta alam) ini dengan ibadah kepada dewa-dewa, Nabi, sapi, batu ? disamakan antara tauhid dengan syirik? apakah seorang muslim akan ridho terhadap persamaan-persamaan tersebut?. Sejatinya tidak mungkin ada muslim yang akan ridho terhadap hal semacam ini.

Inilah fitnah pemahaman yang dibawa oleh sekelompok orang- orang yang menamakan “Islam Liberal” dengan slogannnya “pluralisme”. Bahwa semua agama sama, sama-sama akan masuk surga masing-masing. Lantas bagi Islam yang liberal tidak hanya umat Islam yang akan masuk surga, sebab surga itu tidak hanya surganya umat Islam. Dengan katalain, ada surga Nasrani, surga Yahudi, bahkan surga Baca lebih lanjut

Iklan

Liberalisme Ada Disekitar Kita

otak-busuk-jilLiberalisme atau liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat yg didasari pemahaman bahwasanya kebebasan dan persamaan hak adalah nilai yang utama.

liberal juga merupakan konsep politik yang dijadikan landasan pemahaman Dunia Barat dan berkembang pada masa Renaissans dan reformasi Gereja dahulu. Paham ini manawarkan konsep kehidupan yang bebas dari pengawasan gereja dan raja. artinya, agama dan kehidupan dipisahkan pada praktiknya.

Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, yaitu kebebasan berpikir bagi masing2 individu. Kemudian yang menjadi masalah adalah masuknya paham Barat ini kedalam sendi-sendi keluhuran konsep hidup di tanah indonesia sejak POLITIK ETIS yang dijalankan penjajah Belanda di awal abad XX sebagai landasan menjajah bangsa Indonesia, yang notabene merupakan masyarakat berbudaya dan santun. Baca lebih lanjut

MEMBANGUN PERADAPAN BERADAP (Ust. Adian Husaini)

Ustad DR Adian Husaini

Ustad DR Adian Husaini

Untuk rekaman kajian ini klik :Download.mp3 | Kalaulah seni berasal dari akal, citra, dan rasa dari seorang manusia. Maka peradaban tidaklah jauh beda dengan itu. Peradaban dibentuk oleh sebuah kebudayaan, sebuah gaya hidup, dan sebuah adab yang berkarakter pada ruang lingkup sosial yang luas.  Sedangkan adab atau nilai-nilai norma yang berlaku tidaklah muncul kecuali dari sudut pandang tertentu.

Sebagaimana tercantum pada Sila kita yang ke Baca lebih lanjut