Selamatkan Indonesia Dari Neo Imprealisme dan Neo Liberalisme

kki_17

Gunung kidul, “Indonesia Milik Allah, Selamatkan Indonesia dari neo imperialisme dan neo liberalisme”. Apa itu imperialisme? Penjajahan, apa itu leberialisme? Kebebasan. Belanda memang sudah tidak menjajah lagi, memang sudah meninggalkan tanah jajahannya, tapi dilanjutkan Amerika. Sehingga kita terbebas dari dari belanda, namun disini ada unsur kebebasan yang berlebihan yaitu “liberal” ala Amerika, seperti “Bebaskan umat Islam dari syari’atnya”. Kalau zaman Siti Nurbaya pacaran sembunyi-sembunyi, sekarang orang-orang bebas berhubungan seks di Parang Tritis. Dan itu boleh, karena mereka telah membayar pajak membayar pajak, mereka menyewa losmen, hotel, penginpan untuk bezina itu dengan membayar pajaknya. Sehingga aparat wajib menjaga ketentraman orang yang sedang berzina tersebut, maka kalau ada orang yang menggrebek tempat seperti losmen dan hotel tempat perzinahan itu bukan mengherankan bisa-bisa Baca lebih lanjut

Iklan

KIP Yogyakarta – Indonesia Milik Allah, Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal

Grand Pasifik Hall, Yo10390937_263553773828028_9025988405273665085_ngyakarta – Bersamaan dengan suasana Isra’ Mi’raj dan momentum 90 tahun runtuhnya khilafah, sekaligus mengingatkan umat Islam akan kewajiban menegakkan Khilafah dan memberi kabar gembira akan hadirnya kembali Khilafah Islam dalam waktu dekat, Insyaallah. Maka Hizbut tahrir  menggelar agenda akbar yaitu : Konfensi Islam dan Peradaban 1435H dengan tema “Indonesia Milik Allah, Saatnya Khilafah Menggantikan Demokrasi dan Sitem Ekonomi Liberal”. Acara ini diselenggarakan di 70 kota di seluruh Indonesia pada 27 Mei – 1 Juni 2014, termasuk yang telah teselenggara di kota Yogyakarta 27Mei lalu. Dengan Tujuan :

1. Mengingatkan umat Islam, khususnya di Indonesia akan bahaya demokrasi dan sistem ekonomi liberal yang telah menyeret Indonesia dalam berbagai krisis.
2. Memberi alternative agar Indonesia lebih baik dengan Syariah dan Khilafah.
3. Mengajak kaum muslimin untuk mengambil bagian dalam menyongsong perubahan besar dunia menuju Khilafah.

Setidaknya sekitar 5000 ribu lebih kaum muslimin Yogyakata menghadiri agenda yang di gelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia ini. Hal ini mudah-mudahan menjadi tanda bahwa masyarakat telah merindukan sistem yang bermana Khilafah Islamiyah. Makin tumbuh kesadaran umum bahwa kita masih dijajah. Penguasaan alam di negeri ini oleh asing sangat jelas, namun penguasa menjadi kaki tangan kelangsungan perusahaan tersebut dan mengorbankan rakyat. Tidak ada pengaruh atas perubahan pemimpin. Kejahatan negara korporasi ini disebabkan demokrasi dan ekonomi kapitalisme.

Dibuka dengan sambutan dari Ustad Yusuf Mustaqiem S.Kom.I. Hadir sebagai pembicara adalah Ustad M.Rosyid Supriyadi M.SI memaparkan dengan tema “Demokrasi Sistem Rusak dan Menghasilkan Kerusakan”, Ustad Dwi Chondro Triono Ph.D memaparkan dengan meterinya “Sistem Ekonomi Liberal dan Demokrasi; Dari Korporasi, Oleh Koprorasi, dan Untuk Korporasi” kemudian Ustad M.Rahmad Kurnia (DPP HTI) dengan Pidato Politiknya yang berapi-api.

Demokrasi Sumber Kerusakan

Kedaulatan ada di tangan rakyat, itulah pilar utama demokrasi. Sekilas kalimat itu terasa begitu merakyat dan indah didengar. Namun dibalik kalimat indah tersebut demokrasi mengandung racun yang sangat mematikan bagi kehidupan umat manusia di seluruh dunia.
Kedaulatan rakyat di tangan rakyat meniscayakan bahwa hak legislatif atau hak membuat hukum perundang-undangan ada di tangan (wakil-wakil) rakyat, tanpa memandang apakah keputusan-keputusan yang dibuat itu sesuai atau bertentangan dengan hukum Allah SWT dan Rasulullah SAW. “Suara rakyat suara tuhan”, demikian jargon dalam demokrasil Inilah ppangkal dari berbagai malapetaka yang terjadi di seluruh Negara dunia, termasuk Indonesia. Baca lebih lanjut

Pemilu Menurut Pandangan Salaf

gusdur_wpap_by_ekokoeoke-d7f7bwaBila tokoh besar negeri ini pernah menegaskan bahwa demokrasi adalah suatu kewajiban bangi kaum muslimin di Indonesia. Nah, seolah besepakat dan membenarkan atas perkara ini MUI pada 2014 mengeluarkan fatwanya yang mengharamkan bagi siapa yang golput / tidak turut serta dalam pesta demokrasi.

Dikutip dari naskahnya, fatwa itu berbunyi sebagai berikut:
  1. Pemilihan umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.
  2. Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamahdan imarah dalam kehidupan bersama.
  3. Imamah dan imarah dalam Islam menghajatkan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar terwujud kemashlahatan dalam masyarakat.
  4. Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (siddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah), dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib.
  5. Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 1 (satu) atau tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram.

Selanjutnya fatwa ini diikuti dengan dua rekomendasi, yakni: (1) Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang mengemban tugasamar makruf nahi munkar; (2) Pemerintah dan penyelenggara pemilu perlu meningkatkan sosialisasi penyelenggaraan pemilu agar partisipasi masyarakat dapat meningkat, sehingga hak masyarakat terpenuhi.

Banyak pro-kontra yang terjadi diantara kaum muslimin setelah keluar keputusan ini. Ada yang berpendapat haramnya mengikuti pemilu karena pemilu tidaklah diajarkan Rasulullah, karena pemilu tidak memakai hukum islam, dsb. Ada yang berpendapat bawha ini adalah sebuah kaidah yang wajib agar tehindar dari kemudhorotan yang lebih besar, karena mendesak dan terpaksa, karena untuk menghidari agar kaum kafir (non muslim) memimpin. Namun sebagai alternatif untuk mengkoresinya adalah dengan bertanya. Bagaimana pemahaman para salaf, sahabat, tabi’in, tabiut-tabi’in, mengenai pemilu dan demokrasi ? benarkah demokrasi adalah nama lain dari syuro yang di firmankan oleh Allah ? bagaimana sikap kita menaggapi pro-kontra ini ?

Bersama Ustad Ja’far Umar Thalib (pembawa gerakan salafi di Indonesia) akan mengulas tuntas menganai perkara ini. Insyaallah barokah.. langsung saja deh agan-agan klik link berikut :
Pemilu menurut pandangan salaf.mp3 | 28mnt | 7mb

Liberalisme Ada Disekitar Kita

otak-busuk-jilLiberalisme atau liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat yg didasari pemahaman bahwasanya kebebasan dan persamaan hak adalah nilai yang utama.

liberal juga merupakan konsep politik yang dijadikan landasan pemahaman Dunia Barat dan berkembang pada masa Renaissans dan reformasi Gereja dahulu. Paham ini manawarkan konsep kehidupan yang bebas dari pengawasan gereja dan raja. artinya, agama dan kehidupan dipisahkan pada praktiknya.

Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, yaitu kebebasan berpikir bagi masing2 individu. Kemudian yang menjadi masalah adalah masuknya paham Barat ini kedalam sendi-sendi keluhuran konsep hidup di tanah indonesia sejak POLITIK ETIS yang dijalankan penjajah Belanda di awal abad XX sebagai landasan menjajah bangsa Indonesia, yang notabene merupakan masyarakat berbudaya dan santun. Baca lebih lanjut