Membongkar Kesesatan Syiah

Membongkar Kesesatan Syiah- Ust. Ja'far Umar ThalibSyi’ah secara bahasa artinya adalah pengikut. Penganut agama ini menamakan diri dengan Syi’ah karena mereka mengaku sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan pengikut Ahlul Bait. Akan tetapi, jauh panggang dari api, pengakuan mereka sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib dan pengikut Ahlul Bait adalah dusta belaka. Pengakuan mereka ini hanyalah tipu daya dalam rangka merusak Islam dan Muslimin.

Bila kita menelisik sejarah terjadinya agama Syi’ah, kita akan tahu bahwa agama ini terbentuk dari intrik-intrik dendam Yahudi dan Majusi Persia terhadap Islam dan Muslimin. Dimana Yahudi menyimpan dendam terhadap Islam, karena mereka tersingkir supremasinya dari masyarakat Arab setelah datangnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam dengan membawa Islam dari Allah Ta’ala. Yahudi akhirnya diusir dari jazirah Arab karena wasiat dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam. Demikian pula Majusi Persia mempunyai perasaan dendam kepada Islam karena kerajaan mereka dihancurkan oleh tentara Islam di zaman pemerintahan Umar bin Al Khattab.

Audio : Ust. Ja’far Umar Thalib – Membongkar Kesesatan Syiah

Iklan

Saat Berharga Penuh Keberkahan

separooAPAKAH tantangan yang kita hadapi berbeda dengan tantangan yang dihadapi orang-orang sebelum kita? Sekilas mungkin ya, tetapi jika kita mau mencermati lebih jauh, rasanya tak ada perubahan yang bersifat prinsip. Hari ini sebagian orangtua mungkin sedang resah oleh hiruk-pikuk pornografi yang beredar melalui perangkat elektronik di sekitar kita. Tetapi jika kita mau jujur, generasi sebelum kita juga menghadapi tantangan serupa dalam mendidik anak-anak mereka. Hanya saja bentuknya beda. Sekarang sebagian anak menyaksikan pornografi melalui HP, sedangkan dulu melihat di sungai-sungai atau pemandian umum.

Ustad Fauzil Adhim

Ustad Fauzil Adhim

Apakah situasi zaman kita benar-benar sangat berbeda dibanding zaman-zaman terdahulu? Jika benar zaman kita sangat berbeda, niscaya tak ada lagi gunanya kitab suci.

Begitu pula berbagai pedoman pendidikan yang ditulis orang-orang terdahulu, tak ada satu pun yang dapat kita ambil sebagai petunjuk.

Kita benar-benar menghadapi situasi yang tak dapat kita rumuskan dan karena itu tidak dapat kita duga apa yang akan terjadi. Kita harus memiliki acuan yang sama sekali baru. Tetapi apa yang menjadi dasar dari acuan yang sama sekali baru tersebut? Jika kita mendasarkan pada teori-teori yang telah ada, berarti kita meyakini bahwa ada prinsip-prinsip dasar yang berlaku untuk berbagai zaman yang berbeda.

Jadi, apakah zaman kita sekarang ini benar-benar berbeda? Jika kita meyakini agama ini berlaku hingga akhir zaman, maka kita harus menemukan bahwa sesungguhnya tak ada perubahan yang benar-benar berbeda. Prinsip-prinsip dasar tidak mengalami perubahan. Tetap. Bentuk-bentuk tantangannya saja yang berbeda.

Prinsip-prinsip dasar inilah yang perlu kita ketahui, kita pegangi dengan sungguh-sungguh dan kita jadikan pedoman dalam menyiapkan bekal bagi masa depan anak.

Kita mencatat bahwa di setiap zaman, Baca lebih lanjut