Selamatkan Indonesia Dari Neo Imprealisme dan Neo Liberalisme

kki_17

Gunung kidul, “Indonesia Milik Allah, Selamatkan Indonesia dari neo imperialisme dan neo liberalisme”. Apa itu imperialisme? Penjajahan, apa itu leberialisme? Kebebasan. Belanda memang sudah tidak menjajah lagi, memang sudah meninggalkan tanah jajahannya, tapi dilanjutkan Amerika. Sehingga kita terbebas dari dari belanda, namun disini ada unsur kebebasan yang berlebihan yaitu “liberal” ala Amerika, seperti “Bebaskan umat Islam dari syari’atnya”. Kalau zaman Siti Nurbaya pacaran sembunyi-sembunyi, sekarang orang-orang bebas berhubungan seks di Parang Tritis. Dan itu boleh, karena mereka telah membayar pajak membayar pajak, mereka menyewa losmen, hotel, penginpan untuk bezina itu dengan membayar pajaknya. Sehingga aparat wajib menjaga ketentraman orang yang sedang berzina tersebut, maka kalau ada orang yang menggrebek tempat seperti losmen dan hotel tempat perzinahan itu bukan mengherankan bisa-bisa Baca lebih lanjut

Pengantar Orimik (Orientalisme, Missionaris, & Kolonialisme)

Para peneliti Islam mendefinisikan orientalisme dengan penelitan atau kajian akademi yang dilakukan non Muslimin dari non Arab baik dari negara timur (asia) ataupun barat terhadap aqidah, syariat, bahasa dan peradaban Islam dengan tujuan membuat keraguan pada agama yang lurus ini dan menjauhkan manusia darinya.

Dengan demikian orientalis (al-mustasyriqun) adalah istilah umum mencangkup kelompok-kelompok non Arab yang bekerja di medan penelitian ilmu ketimuran secara umum dan Islam secara khusus. Tujuan mereka bukanlah untuk pengetahuan dan pendidikan, akan tetapi tujuannya adalah membuat dan menebar keraguan pada kaum Muslimin terhadap agama mereka. Sehingga kalau kita perhatikan misalnya penelitian mereka seputar Al-Qur’an pasti kita akan dapati kerancuan dan upaya keraguan. Kalaupun tidak ada lafadz yang menujukkan hal itu dengan terang-terangan, tapi mesti mereka menggunakan ibarat yang samar dan dapat mengakibatkan keraguan.

Presiden SBY ketika menerima pengharaggan sebagai Ksatria Salib Agung

Presiden SBY ketika menerima pengharaggan sebagai Ksatria Salib Agung

Para peneliti berbeda pendapat tentang sejarah permulaan orientalisme ini, namun secara resmi dimulai dari terbitnya ketetapan Majma’ (konferensi) gereja Viena pada tahun 1312 H dengan membentuk sejumlah lembaga penelitian bahasa Arab di sejumlah universita Eropa. Oleh karena itu ahli sejarah hampir sepakan bahwa abad ke-13 adalah permulaan orientalis bersifat resmi.

Sejak itu, mereka tidak berhenti mempelajari Islam dan bahasa Arab dan menterjemahkan kitab-kitab berbahasa Arab dan sastranya hingga abad ke-18 M. Ternyata sejumlah pakar barat muncul sebagai orientalis dan menerbitkan majalah-majaalah di seluruh kerajaan dan negara Eropa. Mereka mencari manuskrip-manuskrip yang kurang mengerti atau mencurinya dari perpustakaan umum. Mereka memindahkannya ke negara dan perpustakaan umum. Mereka memindahkannya ke negara dan perpustakaan mereka. Akhirnya sejumlah besar manuskrip berbahasa Arab yang langka pindah ke perpustakaan Eropa hingga pada awal abad ke-19 M didapati 250.000 jilid dan ini terus Baca lebih lanjut