Asketologi Konflik Timur Tengah & Peran Pemuda Islam Terhadap Kebangkitan Peradaban Islam

6fc7d5843111804f37411556d77e6ab1Beberapa negeri Timur Tengah tampak sudah mulai menarik duta besar, dan memtuskan hubungan diplomatik dengn negara iran. Hal itu membuat Iran dan sekutunya bak kebakaran jenggot, karena hal yang seperti ini baru terjadi.  Seolah menjadi jawaban dari pertanyaan yang kerap dilontarkan orang-orang seperti, kalau Syi’ah itu kafir, kenapa Iran masih boleh haji di Saudi?”.

Banyak yang sudah memperkirakan akan dekatnya hari kiamat salah satunya adalah konflik Timur Tengah. Sebagaimana memalui Nubuwah, Beliau Shallallahu’alaihi wa shallam menyebutkannya akan terjadinya “huru-hara internasional”. Sebuah huru-hara, peperangan terbesar yang akan melibatkan seluruh negara Islam dengan orang kafir. Inilah yang pada hari ini disebut sebagai “asketologi konflik timur tengah”.

Ust. Okrisal Eka Putra – Asketologi Konflik Timur Tengah & Peran Pemuda Islam Terhadap Kebangkitan Peradaban Islam | 88 mnt | 15 Mb

Iklan

Perbandingan Ideologi

Ideologi adalah suatu keyakinan dasar yang bersifat rasional, yang kemudian melahirkan sistem atau sekumpulan peraturan hidup. Jadi, secara sederhana ideologi dapat diartikan sebagai suatu keyakinan dasar yang mensyaratkan memiliki ide (fikrah) dan metode penerapan ide tersebut (thariqah).

Perbedaan 3 Ideologi di Dunia - Front CoverJika mengamati perubahan yang terjadi di berbagai belahan dunia, maka hal itu tidak terlepas dari perbedaan tingkat pemikiran manusia saat itu. Konflik antarmanusia, antarsuku, antarbangsa, ataupun antaragama adalah hal yang wajar tejadi dilihat dari keragaman pemikiran yang berkembang di dalam masyarakat. Namun, dari berbagai perubahan yang terjadi, adalah perbedaan ideologilah yang banyak mempengaruhi perbedaan yang meniscayakan benturan-benturan tersebut. Terjadinya Perang Dingin antara Blok Barat (kapitalis) dan Blok Timur (sosialis) yang melibatkan sejumlah negara selama bertahun-tahun menunjukkan bukti tersebut.

Selain kedua ideologi tersebut, masih ada sebuah ideologi lagi yang pernah menguasai dunia, yaitu ideologi Islam. Sebagai sebuah ideologi, Islam pernah berjaya sebagaimana Amerika dengan ideologi kapitalisnya di saat sekarang ini. Bahkan Islam menguasai jauh berlipat-lipat rentang waktunya hingga selama 13 abad lamanya, dari masa Rasulullah hingga masa runtuhnya Kekhilafahan Turki Utsmani (otoman) hingga awal abad kedua puluh satu ini, ideologi Islam tidak pernah lagi Baca lebih lanjut

Peristiwa Khaibar

Setelah Nabi Shallalahu Alaihi wa Sallam  merasa aman dari serangan salah satu dari tiga sayap pasukan musuh dan mendapatan jaminan keamanan yang utuh setelah dikukuhkannya genjatan senjata, maka pandangan beliau terarah kepada kedua sayap lainnya, yaitu Yahudi dan beberapa kabilah Najd, agar stabilitas keamanan dan kesejahteraan benar-benar menjadi lengkap, sehingga ketentraman tercipta di seluruh wilayah, lalu orang-orang Muslim dapat berkonsentrasi untuk menyebarkan risalah Allah.

Karena Khaibar merupakan sumber konspirasi dan penghianatan, pangkalan militer potensial, benih permusuhan dan pemicu peperangan, maka tidak mengherankan jika Khaibar menjadi sasaran pertama yang dilirik oleh Muslimin.Screenshot_2015-02-13-11-42-35_1

Sekalipun demikian keadaan Khaibar demikian, kita tidak boleh lupa bahwa penduduk Khaibar adalah orang-orang yang telah menghimpun pasukan untuk memerangi kaum Muslimin dan mendorong Bani Quraizhah untuk melanggar perjanjian dan berkhianat, serta menjalin kontak dengan orang-orang munafik yang merupakan duri dalam Islam, dan berhubungan dengan penduduk Ghatafan dan orang-orang Arab Badui yang merupakan sayap ketiga dari pasukan musuh. Di samping itu, mereka sendiri juga mempersiapkan diri untuk berperang. Sepak terjang mereka ini membuat orang-orang Muslim selalu merasa terancam bahaya. Bahkan mereka pernah menyusun rencana untuk membunuh Nabi Baca lebih lanjut

HIKMAH DI BALIK PERANG AHZAB

Telah sampai berita kepada Rasulullah bahwa beberapa kabilah bangsa Arab telah berkumpul menjadi satu dengan Yahudi hendak melawan beliau dan hendak menyerang kota Madinah. Maka atas buah pendapat dari sahabat Salman Al-Farisi, seorang yang sangat memahami strategi-strategi perang di tanah Parsi, dibuatlah benteng (khandak) atau parit yang mengelilingi kota Madinah. Ketika pembuatan benteng itu, Rasulullah sendiri yang mengatur dan memulai pekerjaan tersebut.

Ust. Salim A Fillah

Ust. Salim A Fillah

Kaum Quraisy dan para pendukungnya telah datang dengan maksud melakukan penyerangan, tidak kurang jumlahnya ialah 10.000 orang. Maka tatkala sampai kabar bahwa musuh yang sebanyak itu telah sampai, diperintahkanlah kaum muslimin sekalian bertahan di tepi kota sebelah timur, membelakangi Bukit Assal’a sebanyak 3.000 orang.

20 hari lamanya mereka berperang, akan tetapi tidak ada yang mampu menyerbu ke dalam kota Madinah. Sehingga mereka kaum kafir Quraisy besera kaum Yahudi dan kroni-kroninya mengalami kegagalan yang nyata. Peristiwa inilah yang dinamakan “Perang Ahzab”.

Perang Ahzab merupakan salah satu perang besar yang pernah dialami oleh Rasulullah. Perang ini mengandung sangat banyak hikmah tentang perjuangan jihad sahabat, tentang ujian kesabaran, tentang kerja keras, bahkan tersirat dalam perang ini tentang Baca lebih lanjut

HADIRNYA RASUL DI KALANGAN QURAISY

Ust. Salim A Fillah

Ust. Salim A Fillah

Keadaan umat manusia selama kurun waktu menjelang kedatangan agama Islam, secara umum peradaban manusia sedang menuju jalan bunuh diri. Selama kurun waktu tersebut umat manusia telah lupa akah Khaliq-Nya, lupa akan dirinya sendiri dan lupa akan nasib hari depannya. Umat manusia telah kehilangan petunjuk, tidak dapat membedakan kebajikan dan kejahatan, antara yang baik dan yang buruk. Umat manusia tenggelam ke dalam kekusutan fikiran, tidak beroleh hidayah agama yang benar dan kepada hari kemudian setelah mati. Mereka tidak memikirkan kebahagiaan hidup di akhirat dan tidak pula memisahkan aspek kemanusiaan. Dimana-mana umat manusia menyekutukan-Nya dengan sesembahan yang lain.

Hikmah ilahi telah menetapkan kawasan semenanjung Arabia sebagai daerah yang paling parah dilanda kegelapan dan kesesasatan sehingga perlu untuk dipancari sinar terang dan hidayat, kerena kawasan tersebut memang sangat membutuhkannya. Dia memilih bangsa Arab agar mereka menjadi manusia yang paling dini menerima dakwah agama yang benar untuk kemudian di sebarluaskan  ke berbagai penjuru dunia. Mereka ibarat lembaran kertas yang putih tidak banyak ternoda dan sukar dihapus sebagaimana mereka berbeda dengan kaum Romawi maupun Persia, dll. Karena bangsa-bangsa yang telah mencerna pengetahuan, peradaban dan kebudayaan tinggi, karena pandangan hidup serta cara berpikir sudah meningkan, terbentuk, dan meresap sedemikian rupa hingga tidak mudah untuk m Baca lebih lanjut

Perang Melawan Pluralisme

agSya’ban 10 (8/06) – Bertempat di Masjid Agung Kauman Yogyakarta bagda isya’ bersama dengan FUI (Forum Umat Islam) panglima Laskar Jihad Ustad Ja’far Umar Thalib menggelar Tablig Akbar dengan judul “Umat Islam Bersatu Untuk Indonesia Yang Maju”. Sebuah gebrakan yang dinilai amat berandi dan menuai kontroversi bahkan sejak judul mulai dipublikasikan. Perlu diketahui entah apa yang terjadi sebenarnya bahwa judul awal yang beredar adalah Tablig Akbar “Perang Melawan Pluralisme”, hingga nampaknya panitia pada akhirnya mengganti judul menjadi “Umat Islam Bersatu Untuk Indonesia Yang Maju”. Namun walaupun demikian mengingat apa yang telah Ustad Ja’far Umar Thalib sampaikan dalam ceramahnya tetap saja judul yang paling mencocoki untuk materi beliau adalah “Perang Melawan Pluralisme”.

Acara di buka oleh ketua penyelenggara, beliau menyampaikan akan pentinggnya persatuan antara kaum muslimin. “Kita malem ini mau ngaji fiqih perang”, begitulah kalimat pembuka dari Ust. Ja’far yang sontak membuat ratusan jam’ah tercengang. Beliau menandaskan suka atau tidak bahwa salah satu ajaran Agama Islam adalah perang.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ (البقرة: 216)

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu me-nyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Agama Islam adalah agama menang dan agamanya orang-orang menang. Kaum muslimin adalah ibaratkan unta yang jinak bila diajak damai, namun bila diajak perang atau disalahi maka mereka adalah singa perang. Umat Islam adalah warga Negara kelas satu selain mereka yaitu kaum kafir / non muslim adalah kelas kambing. Jadi jangan sekali-kali menyamakan kedudukan kaum muslimin atau lebih-lebih merendahkan kedudukan kaum muslimin di atas umat selain muslimin. Begitulah beberapa Baca lebih lanjut

PERANG BADAR TERAKHIR (Ust. Salim A Fillah)

beragimaknaTahun ke 4 Hijriah, Rasulullah keluar dari Madinah untuk memenuhi janji Abu Sofyan bin Harb hingga tiba di Badar. Beliau menung-gu Abu Sofyan bin Harb selama delapan malam.  Suatu ketika di Badr Beliau Saw didatangi oleh Makhsyi bin Amr Adz-Dzahabi Dzamri, wakil dari Bani Dzamrah, yang berdamai dengan beliau pada perang Waddan. Ia berkata, “Wahai Muhammad apakah engkau datang untuk berjumpa dengan orang-orang Quraisy di mata air ini?” Baca lebih lanjut