Sejarah Islam di Keraton Jogja dan Nusantara

Persebaran Dakwah Di NusantaraAudio :
Ust. Jazir ASP – Sejarah Islam di Keraton Jogja dan Nusantara A | 7 Mb
Ust. Jazir ASP – Sejarah Islam di Keraton Jogja dan Nusantara B | 21 Mb

Bisa dikatakan tak akan ada Islam di Indonesia tanpa peran khilafah. Orang sering mengatakan bahwa Islam di Indonesia, khususnya di tanah Jawa disebarkan oleh Walisongo. Tapi tak banyak orang tahu, siapa sebenarnya Walisongo itu? Dari mana mereka berasal? Tidak mungkin to mereka tiba-tiba ada, seolah turun dari langit?

Dalam kitab Kanzul ‘Hum yang ditulis oleh Ibn Bathuthah yang kini tersimpan di Museum Istana Turki di Istanbul, disebutkan bahwa Walisongo dikirim oleh Sultan Muhammad I. Awalnya, ia pada tahun1404 M (808 H) Baca lebih lanjut

Iklan

Menjemput Rahmat Allah

Dalam sebuah Hadits Riwayat Shahih Muslim yang cukup panjang, Diriwayatkan dari Muhammad Bin Mukadir, dan juga diriwayatkan oleh Jabir, Rasulullah datang kepada kami, lalu Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

Ust. Puji Hartono

Ust. Puji Hartono

”Baru saja Jibril datang kepadaku tadi, Jibril berkata: ”Hai Muhammad, Demi Allah: ”Bahwasanya ada seseorang melakukan ibadah kira-kira 500 tahun diatas puncak sebuah gugung yang luas, panjangnya 30 X 30 hasta, dan lautan yang melingkar di sekitarnya seluas 4000 farsakh (cat: 1 farsakh = 5, 5 km) dari setiap penjuru, di bawah gunung tersebut terdapat sumber air jernih kira-kira satu jari lebarnya, dan terdapat pula pohon buah delima yang sengaja disediakan oleh ALLAH untuknya dimana setiap hari mengeluarkan buahnya satu biji.

Setiap sore sesudah berwudlu, buah tersebut diambil dan dimakan, kemudian dia melakukan shalat seraya berdo’a mohon diambil nyawanya ditengah tengah melakukan sujud, agar tubuhnya tidak tersentuh Bumi atau yang lainnya, hingga ia bangkit di hari kiamat tengah bersujud kepada ALLAH. Maka permohonannya dikabulkan ALLAH, karena itu setiap kami lewat (naik-turun Langit) pasti dia tengah bersujud.”

Lanjut Jibril:”Kami temukan tulisnya (ceritanya) di lauhil mahfudz, bahwa: ia akan dibangkitkan kelak dihari kiamat dalam keadaan masih tetap bersujud dan diajukan kepada ALLAH, FirmanNya:”Masukkanlah hamba-Ku ini ke sorga karena Rahmat-Ku.” Tetapi hamba itu menjawab: ”Ya Allah masukkan aku ke surga karena amalku semata.”

Lalu ALLAH menyuruh Malaikat untuk Baca lebih lanjut

Menolong Agar Ditolong Allah

0Barang siapa ingin doanya dikabulkan oleh Allah dan dijauhkan dari keburukan hendaklah  membantu mengatasi kesulitan orang lain (HR Ahmad). Begitulah Allah Yang Maha Pemurah, beginilah ajaran Islam yang begitu mulia, dimana ketika seorang muslim menolong seorang anak manusia dari kesulitannya maka Allahlah yang menjamin akan menolong dirinya diwaktu sulit. Inilah perbedaan ajaran Islam dengan ajaran-ajaran, ideologi, dan paham-paham selain Islam yang lebih mementingkan kepentingan pribadi terlebih dahulu sebelum mementingkan kepentingan selain dirinya, keluarganya, dan kelompoknya. Tetapi Islam tidaklah demikian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah ta’ala menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong sesamanya.”Beliau juga bersabda: “Barang siapa menolong saudaranya yang membutuhkan maka Allah ta’ala akan menolongnya.” (HR. Muslim).

Menolong sesama bagi Islam adalah syarat agar Baca lebih lanjut

Tafsir Al-Baqarah Ayat 1-9

Pada kesempatan kali ini Pesantern Masyarakan Jogja (PMJ) binaan Ustadz. Puji Hartono atau yang lebih akrap disapa “Kang Puji” melangsungkan kajian tafsiriah yang membahas tafsir surat Al-Baqarah ayat 1-9

Sekilas tentang Al-Baqarah ayat 2:

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

( 2 ) ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Dzalikal kitabu la raiba fihi hudal lil muttaqin

Artinya : “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan pada nya dan petunjuk bagi orang yang bertakwa.”

maxresdefault

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ
Dzalikal Kitab
(Kitab Al-Qur’an ini)

Kata ذلك Zalika arti sebenarnya adalah “ITULAH” akan tetapi disini diartikan sama dengan هذا Hadza yakni INILAH. Pemindahan arti ini diambil dari isyarat yang menggunakan huruf Lam yang menunjukkan jarak yang lebih jauh, untuk memberikan makna betapa tingginya kedudukan dan derajat al-Qur’an ini.

الكتاب al-Kitab disini maksud nya adalah al-Qur’an. Bukan Injil, bukanTaurat dan bukan yang lain nya.

لا ريب فيه La Raiba fihi (tidak ada keraguan pada nya), kata Ar-Raib artinya keraguan. Makna ayat ini adalah bahwa kitab al-Qur’an ini tidak ada keraguan didalamnya, dalam bentuk apapun,karena ia diturunkan dari sisi Allah Subhanahu wa ta’ala.

Makna ayat ini sama dengan makna ayat 1 – 2 dari surat as-Sajdah, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :
( 1 ) الم ( 2 ) تَنزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ الْعَالَمِينَ
Alif Laam Miim. Turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Rabb semesta alam. [Al-Qur’an Surat 32 as-Sajdah ayat 1-2]

هدى لّلمتّقين Hudal lil muttaqin (petunjuk bagi mereka yang bertakwa) yakni Al-Qur’an ini petunjuk, penjelas, pembimbing bagi orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Petunjuk atau Hidayah itu terbagi kepada dua bagian : Baca lebih lanjut

Lapis-Lapis Pernikahan

Sering kita mendengar kisah dongengan dari berbagai penjuru dunia diakhiri dengan kalimat matra “pangeran dan putri menikah, mereka hidup bahagia selama-lamanya”. Maka kita akan meluputkan sebuah hakikat penting bahwa sesungguhnya tidak ada manusia yang mendapatkan kebahagiaan secara utuh dan sempurna. Kebahagiaan di dunia hanya akan bisa dirasakan oleh setiap insan sempurna bila ada selingan-selingan antara nikmat dan musibah di dalam perjalanannya mengarungi kehidupan. Sebab, bahagia yang selama-lamanya hanyalah ada di kehidupan setelah mati. Kesenangan yang sejati, kekal abadi hanya akan ada di dalam surga dan ridha ilahi.

tu0YbYw2Sehingga mungkin lebih afdhol bila ceritanya diganti dengan “pangeran dan putri menikah, tiap kali mereka mendapat karunia lalu bersyukur, sesekali mereka menerima cobaan kemudian bersabar. Keduanya istiqamah dalam ketaatan, dan wafat dalam khusnul khatimah. Maka mereka hidup bahagia selama-lamanya di dalam surga yang mulia”.

Allah dan RasulNyalah yang paling memahami hakikat ini, maka di dalam konteks pernikahan Rasulullah tidaklah mengajarkan agar meminta diberikan kebahagiaan yang utuh sebab beliau tahu itu mustahil, namun beliau mengajarkan kepada kita untuk meminta agar Allah memberikan keberkahanNya kepada pernikahan tersebut.
 “Baarokalloohu laka wabaaroka ‘alaika wajama’a bainakuma fii khoir”
Artinya : (Semoga Alloh memberkatimu dan melimpahkan berkat yang kekal atas kamu dan mengumpulkan antara kamu berdua dalam kebaikan)
Maka, pernikahan siapa pun juga, Baca lebih lanjut

Meraih Berkah Di Hari Jum’at

Pada kesempatan kali ini PMJ bersama Kang Puji Hartono dengan mengenggam buku berjudul “Berkah” karangan Dr.Nashir Al-Judai tentang tatacara bertabarruk (meraihberkah). Pertemuan kali ini fokus membahas tentang keberkahan di hari Jum’at, berikut rekamannya:
Meraih berkah di hari jum’at |11 mb | 27 mnt

TUNTUNAN MENGAMBIL BERKAH

Ulasan singkat:

Doa adalah senjata orang mukmin, ia penghilang kegundahan, pelenyap kesusahan dan solusi jitu untuk menyelesaikan berbagai problematika hidup, karena memang pada saat berdoa kita sedang memohon kepada Dzat yang Menguasai dan Memiliki seluruh jagad raya ini; di tangan-Nya lah segala perbendaharaan langit dan bumi. Pertanyaannya, kapankah waktu ketika doa dijamin akan dikabulkan pada hari Jum’at sebagaimana yang diriwayatkan oleh  Al-Bukhari dan Muslim dalam shahihnya?

Sebaik-baik hari bagi umat Islam dalam sepekan adalah hari Jum’at. Ia-lahsayyidul ayyaam (pemimpin hari) yang paling agung dan paling utama di sisi Allah Ta’ala. Banyak ibadah yang dikhususkan pada hari itu, misalnya membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan pada shalat Subuh, membaca surat Al-Kahfi, shalat Jum’at berikut amalan-amalan yang menyertainya, dan amal ibadah lain yang sangat dianjurkan sekali pada hari Jum’at. Di dalamnya juga terdapat satu waktu di mana doa begitu mustajab; dijanjikan akan dikabulkan. Tidaklah seorang hamba yang beriman memanjatkan do’a kepada Rabbnya pada waktu itu kecuali  Allah akan mengabulkannya selama tidak berisi pemutusan silaturahmi dan tidak meminta yang haram. Karenanya seorang muslim selayaknya memperhatikan dan memanfaatkan waktu yang berbarakah ini. Baca lebih lanjut

Silatbar One Day One Juz Yogyakarta

Ustad M Sholahuddin Saat Tausiyah

Ustad M Sholahuddin Saat Tausiyah

Kang Puji Saat Tausiyah

Kang Puji Saat Tausiyah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

« اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى شَهْرٍ » . قُلْتُ إِنِّى أَجِدُ قُوَّةً حَتَّى قَالَ « فَاقْرَأْهُ فِى سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ »

Bacalah (khatamkanlah) Al Quran dalam sebulan.” ‘Abdullah bin ‘Amr lalu berkata, “Aku mampu menambah lebih dari itu.” Beliau pun bersabda, “Bacalah (khatamkanlah) Al Qur’an dalam tujuh hari, jangan lebih daripada itu.” (HR. Bukhari No. 5054).
ODOJ Bergema di Yogyakarta ! Dalam rangka membangun silaturahmi antar anggota ODOJ (One Day One Juz) di Yogyakarta maka digelarlah sebuah kegiatan yang dinamai Silatbar (Silaturahmi Akbar) di Masjid UGM, Yogyakarta pada (23/3) Ahad lalu.

“Semangat ODOJ yang terus menggelora belakangan ini menunjukkan bahwa masih banyak umat muslim yang mencintai Al Qur’an. Namun ODOJ bukanlah akhir dari segala amalan kita. Sebab akhir dari segala amalan  adalah saat kita sudah tidak hidup di dunia ini lagi….” Ungkap Ustadz Muhammad Sholihuddin, SIQ, MA, al Hafidz saat mengisi tausiah dalam silatbar Yogyakarta. Baca lebih lanjut