Membongkar Kesesatan Syiah

Membongkar Kesesatan Syiah- Ust. Ja'far Umar ThalibSyi’ah secara bahasa artinya adalah pengikut. Penganut agama ini menamakan diri dengan Syi’ah karena mereka mengaku sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan pengikut Ahlul Bait. Akan tetapi, jauh panggang dari api, pengakuan mereka sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib dan pengikut Ahlul Bait adalah dusta belaka. Pengakuan mereka ini hanyalah tipu daya dalam rangka merusak Islam dan Muslimin.

Bila kita menelisik sejarah terjadinya agama Syi’ah, kita akan tahu bahwa agama ini terbentuk dari intrik-intrik dendam Yahudi dan Majusi Persia terhadap Islam dan Muslimin. Dimana Yahudi menyimpan dendam terhadap Islam, karena mereka tersingkir supremasinya dari masyarakat Arab setelah datangnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam dengan membawa Islam dari Allah Ta’ala. Yahudi akhirnya diusir dari jazirah Arab karena wasiat dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam. Demikian pula Majusi Persia mempunyai perasaan dendam kepada Islam karena kerajaan mereka dihancurkan oleh tentara Islam di zaman pemerintahan Umar bin Al Khattab.

Audio : Ust. Ja’far Umar Thalib – Membongkar Kesesatan Syiah

Iklan

Perubahan Hakiki, Perubahan Sistemik

Masih banyak rakyat di negeri ini yang menganggap dan menaruh harapan besar bilamana ada pergantian kepemimpinan / presiden nantinya akan membawa perubahan yang lebih baik bagi negrinya. Padahal sistem yang mereka pakai adalah sistem demokrasi liberal, sistem yang memang sudah cacat sejak lahir. Kalau dahulu presiden pertama kita Ir Sukarno pernah berkata “go to hell for liberalism !”, bahkan dari sumbernya sendiri demokrasi ini mendapat kecaman tentang bobroknya sistem ini oleh filusuf sekelas Plato, maupun Aristoteles. Anehnya di era yang sekarang ini kita sebagai rakyat Indonesia yang mayoritas muslim menaruh harapan terhadap sistem ini. Sistem ini adalah sebuah bentuk kedzoliman yang menjanjikan sebuah kesenjangan, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

lubrication-oil-gear-21026-2498361Ibaratkan dalam sebuah perlombaan antara Indonesia dengan negeri-negeri maju semacam Amerika dan sekutunya dimana kesenjangan sudah begitu jauh.  Ditambah lagi ternyata tim negara maju ini adalahsatu-satunya oknum yang berwenang dalam membuat aturan dalam perlombaan tersebut. Indonesia diberi kendaraan sepeda gunung, sedangkan tim negara maju tersebut menaiki mobil balap. Maka bagaimana pun usaha Indonesia dalam menyusul mereka tetap saja hanya menghasilkan keterpurukan. Maka langkah yang nyata ialah mengganti kendaraannya bukan mengganti pengemudinya. Sebagaimana langkah yang paling nyata demi kemajuan Indonesia adalah mengganti sistemnya bukan mengganti pemimpinnya. Karena percuma saja bila pemimpinnya sebaik apapun bila sistemnya tetap sama maka hasilnya pun tak akan jauh berbeda.

Kita ini adalah umat yang canggih, umat yang disebut-sebut Baca lebih lanjut

KEADAAN BUMI SYAMS SAAT INI

Syam merupakan tempat yang di berkahi oleh Allah, sebagaimana firmannya :

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari al Masjidil Haram ke al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi maha Mengetahui.” (Al Isra’: 1)
Screenshot_2014-09-29-17-25-14_1_1
Bumi Syam memiliki kedudukan tersendiri di dalam Al Qurán yang mulia dan juga di hadits-hadits Nabi. Banyak keutaman, kebaikan dan berkah yang dianugerahkan oleh Allah untuk negeri ini yang dijelaskan di dalam hadits. Selain itu Syam memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki negeri lain. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkannya secara ringkas dengan ungkapan, “Di negeri Syam ini ada bukit Tursina. Allah bersumpah dengan bukit ini di surah At Tin. Allah juga berbicara dengan Musa di sana, Ibrahim membangun masjid Aqsha di negeri ini empat puluh tahun setelah membangun Ka’bah. Pilar-pilar agama dan Kitab-Nya ada di sana, kelompok yang mendaatkan pertolongan di antara umat beliau juga ada disana. Selain itu, Syam merupakan tempat perkumpulan dan tempat kembali manusia. Begitu banyak keutamaan negeri syam sehingga Rasulullah menuturkan “beruntunglah orang-orang syam”, namun bila kita menilik pada saat ini syam sedang dalam keadaan terpuruk dan menderita.

Sejak 1970 suriah dipimpin oleh Hafeez Al-Assad kaum islam mulai diperangi, mulai dari memerangi dan membunuh ulama, dokter, insininyur dan orang-orang muslim pilihan. Tidak hanya itu, mereka menghancurkan kota-kota dan memberikan penyiksaan terhadap para penduduknya. Bagi wanita muslimah yang hamil mereka (para tentara) robek janinnya, memperkosa, kemudian mengumpulkan para wanita-wanita di jalan kemudian memerintahkan mereka menanggalkan busananya. Kekejaman-kekejaman ini semakin hari terus berlangsung hingga saat ini bisa dibilang semakin memburuk. memang tidak terdengar oleh dunia karena memang ada konspirasi besar di balik peristiwa ini. Begitu miris bagi kita kaum muslimin seolah kita tidak percaya bagaimana mungkin hal ini terjadi. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui kondisi umat disana. Melalui Syaikh Ghiyast Abdul Baqi, ulama asli dari suriah Baca lebih lanjut