Oleh-oleh Dari Ingris

1

Sungai Thames yang pada tahun 1682 disusuri dengan gagah oleh Ngabei Naya Wipraya dan Ngabei Jaya Sedana, Duta Besar Kesultanan Banten untuk Kerajaan Inggris, dalam perhelatan kerajaan yang gegap gempita oleh sambutan rakyat Britania.

Kepada Raja Charles II, mereka persembahkan hadiah dari Sultan Abdul Kahar Abun Nashr berupa 200 karung lada, satu runggai intan berlian, burung merak dari emas yang bertaburkan intan baiduri, serta hadiah-hadiah lainnya; semuanya bernilai sekitar 12.000 real emas.

Saat menyusuri Sungai Thames inilah, uang saku salah satu pelayan mereka yang terdiri atas 33 orang anggota rombongan terjatuh; dan baru ditemukan pada awal abad ke-21 ini berupa koin-koin bertulisan Arab “Laa ilaaha illaLlaah Muhammadur RasuuluLlaah. Pangeran Ratoe ing Bantam” berjumlah 90 keping dalam 1 renteng.
Baca lebih lanjut

Butir Salju Penanda Kiamat

Albert Einstein dengan teori relativitasnya menunjukkan bahwa, segala sesuatu di dunia, terbatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Artinya apa, bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki masa, memiliki batas, dan tidak absolut adanya. Sebetuk benda  bisa berubah bentuk, rapuh, rusak, bahkan hancur, karena ia terbatasi oleh dimensi ruang. Pun demikian, sebentuk benda akan menemui titik dimana dia akan rapuh, rusak, bahkan hancur tak bersisa, lenyap, yang hidup akan mati, manusia pasti akan mati, alam semesta akan menemui ajalnya “laa uqsimu biyaumil qiyaamah” karena ia terbatasi oleh dimensi waktu. Persis seperti produk makanan yang dicipta manusia yang umumnya di kemasannya terdapat tanggal ekspaietnya, begitupula produk ciptaan Allah. Allah telah menulis tanggal ekspaiet setiap makhluk ciptaannya, dimana? Fii lauhim mahfudz, tertanggal 50.000 th sebelum masa penciptaan.

Akhi, dunia ini akan hancur, Alam semesta akan menuai kiamatnya, “pasti”. 1400 tahun yang lalu, Muhammah Shallahu’alaihi wa Shallam mengatakan:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ…حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

“Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga tanah Arab menjadi lahan yang subur dan dialiri sungai- sungai.” (HR Muslim no.1681)

Mungkin dahulu ketika manusia mendengar dari mulut Muhammad mengira, rupanya Muhammad sudah gila, rupanya Muhammad sudah kehilangan akalnya, sebab Baca lebih lanjut

Al-Qur’an Sebagai Pendidik Utama

yuuDi dalam Al-Qur’an tercatat nama Yusuf. Dia adalah Yusuf A’laihi sallam seorang mulia yang memiliki setengah ketampanan umat manusia. Al-Qur’an menyajikan surat bernamakan namaya, yakni Surat Yusuf,  di dalamnya kisahnya tertulis mendayu-dayu lagi syahdu bak novel terbaik sepanjang masa, bahkan lebih dari itu. Hingga sampai suatu ketika Nabi Shallahu’alaihi wa Shallam ditanya “siapa orang diluar Arab yang paling mulia?” beliau menjawab, “Yusuf, bagaimana tidak ayahnya seorang nabi, kakeknya seorang nabi, dan dirinya pun adalah nabi”.

Lihatlah Yusuf seorang yang mulia tidak hanya fisik tapi juga batin, mustahil bila bukan merupakan buah dari pendidikan yang mulia Baca lebih lanjut

Saat Berharga Penuh Keberkahan

separooAPAKAH tantangan yang kita hadapi berbeda dengan tantangan yang dihadapi orang-orang sebelum kita? Sekilas mungkin ya, tetapi jika kita mau mencermati lebih jauh, rasanya tak ada perubahan yang bersifat prinsip. Hari ini sebagian orangtua mungkin sedang resah oleh hiruk-pikuk pornografi yang beredar melalui perangkat elektronik di sekitar kita. Tetapi jika kita mau jujur, generasi sebelum kita juga menghadapi tantangan serupa dalam mendidik anak-anak mereka. Hanya saja bentuknya beda. Sekarang sebagian anak menyaksikan pornografi melalui HP, sedangkan dulu melihat di sungai-sungai atau pemandian umum.

Ustad Fauzil Adhim

Ustad Fauzil Adhim

Apakah situasi zaman kita benar-benar sangat berbeda dibanding zaman-zaman terdahulu? Jika benar zaman kita sangat berbeda, niscaya tak ada lagi gunanya kitab suci.

Begitu pula berbagai pedoman pendidikan yang ditulis orang-orang terdahulu, tak ada satu pun yang dapat kita ambil sebagai petunjuk.

Kita benar-benar menghadapi situasi yang tak dapat kita rumuskan dan karena itu tidak dapat kita duga apa yang akan terjadi. Kita harus memiliki acuan yang sama sekali baru. Tetapi apa yang menjadi dasar dari acuan yang sama sekali baru tersebut? Jika kita mendasarkan pada teori-teori yang telah ada, berarti kita meyakini bahwa ada prinsip-prinsip dasar yang berlaku untuk berbagai zaman yang berbeda.

Jadi, apakah zaman kita sekarang ini benar-benar berbeda? Jika kita meyakini agama ini berlaku hingga akhir zaman, maka kita harus menemukan bahwa sesungguhnya tak ada perubahan yang benar-benar berbeda. Prinsip-prinsip dasar tidak mengalami perubahan. Tetap. Bentuk-bentuk tantangannya saja yang berbeda.

Prinsip-prinsip dasar inilah yang perlu kita ketahui, kita pegangi dengan sungguh-sungguh dan kita jadikan pedoman dalam menyiapkan bekal bagi masa depan anak.

Kita mencatat bahwa di setiap zaman, Baca lebih lanjut

Peristiwa Hudaibiyah

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (١) لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (٢)وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا (٣)هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (٤)

Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus. Dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak). Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

Screenshot_2015-02-10-06-17-42_1Adalah surah Al-Fath yang turun ketika Rasulullah Saw pulang dari Hudaibiyah pada bulan Zulkaidah tahun keenam hijriyah. Ketika itu, orang-orang musryik Mekkah menghalangi Rasulullah yang hendak mengunjungi Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah. Setelah melalui perdebatan panjang, mereka mengajak berdamai dan kedua belah pihak sepakat mengadakan genjatan senjata. Dalam kesepakatan itu pula, disebutkan bahwa Rasulullah saat itu harus pulang kembali ke Madinah dan baru diperbolehkan kembali ke Mekkah untuk melaksanakan umrah pada tahun berikutnya. Para sahabat pun menerima kesepakatan ini, meskipun beberapa sahabat seperti Umar bin Khattab awalnya tidak puas akan hal tersebut.

Dengan kesepakatan ini Rasulullah kembali ke Madinah. Beliau dan para sahabatnya kemudian menyembelih hewan sebagai denda atas terhentinya niat mereka menuju Tanah Suci tersebut. Lalu turunlah surah Al-Fath ini menjelaskan keadaan orang mukmin karena banyak sekali maslahat di dalamnya. Baca lebih lanjut

Karena Engkau Rasulullah

muhammad cerahRasulullah kembali dihina, majalah kontroversial bernama “Charlie Hebdo” kembali memuat karikatur yang menghina Beliau Shallallahu’alahi wa sallam. Bahkan dilaporkan permintaan fenomenal 1 juta eksemplar beberapa waktu lalu naik 2 kali lipat menjadi 3 juta eksemplar. Perlu diketahui, padahal sebelum ini majalah itu hanya memproduksi sekitar 60.000 eksemplar. Entah apa yang terjadi di dunia ini, seolah-oleh menjanjikan kepada majalah lancang ini bahwa, “Teruslah menghina Nabi, semakin engkau menghina Nabi, semakin engkau mendapat keuntungan” (Al-Wa’ie 2/2)

Rasulullah diutus oleh Allah bukanlah untuk dihina, bukan pula untuk diinjak-injak martabatnya. Rasulullah diutus oleh Allah sebagai teladan bagi seluruh makhluk. Tak peduli siapa anda, dari mana anda, apa kedudukan anda, dan berapa harta anda, jika anda bertanya kepada Pencipta anda tentang siapa yang paling mulia. Maka Rasulullah jawabannya. Tak taukah kalian betapa agungnya Beliau Shallallahu’alaihu wal sallam?

Ibunda kita, suatu ketika ia terdiam sejenak seolah lumpuh, tercekat lidahnya untuk Baca lebih lanjut

4 Sifat Jahiliyah

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لَا يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِي الْأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ وَالْاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ (رواه مسلم)

Dari Abu Malik al-Asy’ari, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada empat hal di tengah umatku dari perkara jahiliyah, mereka sulit untuk meninggalkannya; berbangga dengan keturunan, mencela keturunan orang lain, minta hujan dengan perantaraan bintang-bintang, dan meratapi mayat”. [HR Muslim].berh

Lawan dari kafir adalah muslim, lawan Islam adalah Jahiliyah. Islam sangat membenci kebodohan. Karena, kebodohan adalah sumber malapetaka. Selama manusia tenggelam dalam lumpur kebodohan, selama itulah manusia akan merasakan derita. Dan akibat terbesar yang dialami umat manusia karena kebodohan adalah penyimpangan akidah atau keyakinan.

Kata ”jahiliyyah” yang secara bahasa berarti kedobohan, yang disematkan kepada kaum musyrikin sebelum datang Islam adalah terma yang merangkum keseluruhan makna penyelewengan dalam beribadah, kezaliman dan pembangkangan terhadap kebenaran. Jahiliyah terbesar adalah penyembahan kepada selain Allah atau syirik. Ia adalah ciri paling dominan untuk kata jahiliyah. Karena itu, masa sebelum pengutusan yang bergelimang kesyirikan disebut jaman jahiliyah. Baca lebih lanjut